BUNDA NARAFID

17 Feb 2019

Saat Jalan Dengan Anak

Bagi seorang ibu nggak jarang kita harus bepergian ke suatu tempat, pasti banyak yang musti dipersiapkan. Apalagi kalau bepergiannya harus sekeluarga dengan membawa anak-anak. 
Aku dan keluarga yang hidup jauh dengan kampung halaman minimal setahun sekali pasti mengalami yang namanya mudik alias pulkam. Apalagi saat kita masih tinggal di Semarang ngalamin tuh perjalanan panjang bareng anak-anak, perjalanan yang kita tempuh minimal 8 jam sampai 10 jam perjalanan. Banyak banget pengalaman saat mengajak anak-anak perjalanan dari mulai umur 3 bulan mereka sudah sering kita ajak bepergian jauh, terutama perjalanan mudik. Dari yang mulai naik kendaraan umum kayak travel, kereta sampai mobil pribadi. 
Saat mengajak mereka bertiga pasti kita butuh persiapan, butuh mental juga lo, apalagi kalau rewel di jalan. Sebenarnya mengajak mereka bertiga travelling itu nggak susah sih, kami berdua mulai mengajak mereka travelling dari kecil bahkan si kembar mulai perjalanan mudik pertamanya pada umur 3 bulan.

Kalau mengajak anak kecil bepergian itu yang penting bikin mereka nyaman dalam perjalanannya. Kita harus tahu kebutuhan dasarnya apa aja.
Waktu anak-anak masih dibawah setahun dan mereka masih minum ASI full yang kusiapkan adalah tempat yang nyaman dan baju yang nyaman dipakai biasanya bahan yang mudah menyerap keringat. Asupan snack yang lumayan buat ibunya biar bisa memberikan ASI lancar. Kalau bawa kendaraan sendiri bisa disiasati dengan setiap 2 jam sekali berhenti terutama saat memberikan ASI. Kalau naik kendaraan umum biasanya aku siasati saat malam hari, saat jam mereka tidur panjang kalaupun terbangun karena mereka minta ASI. 
Nah bagaimana saat anak-anak sudah mulai besar apa aja sih yang aku persiapkan saat mengajak mereka travelling.

Biasanya aku hanya menyediakan camilan dan juga mainan buat mereka. Mungkin sekarang tidak begitu susah mengajak mereka travelling karena sudah terbiasa sejak kecil. 
Suatu saat nanti pingin banget ngajak mereka backpackeran kemana gitu walaupun cuman keliling Jawa (impian jangka panjang nih kayaknya).

#nuberOWOBregionalSurabaya #tipstravelling

14 Feb 2019

Training  Pendukung Hobi
Apa yang terbersit dari pikiran kalau ada kata Juragan? Juragan minyak, juragan beras kalau yang diingat julukan itu pasti yang terbersit orang yang perpenghasilan dari situ, kalau juragan minyak berarti pengusaha dalam bidang minyak dan berpenghasilan dari minyak begitu juga dengan juragan beras.


Tapi kalau aku bilang Joeragan Artikel kira-kira apa ya? apakah dia menguasai artikel dan berpenghasilan dari artikel? Yah Joeragan yang ini emang banyak hubungan ma artikel sih, tapi mereka lebih konsen dengan training tentang keahlian yang hubungannya sama artikel. 
Joeragan Artikel adalah sebuah agensi naskah sekaligus pusat pelatihan kepenulisan yang didirikan oleh Ibu Sri Kuswayati atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ummi Aleeya.
Nah Training atau pelatihan-pelatihan yang diadakan Joeragan Artikel ini nggak jauh dengan dunia kepenulisan dan lebih dikhususkan untuk para perempuan.

Diriku yang merasa perempuan dan juga emak-emak nggak mau kalah buat nambah ilmu dong. Sayang banget ketemu dengan pusat pelatihan yang mengkhususkan buat kaum Hawa dan online pula kalau dilewatkan. Walaupun aku cuman ibu rumah tangga tetep pingin mengembangkan diri masa cuman dunia dapur aja yang dikuasai apalagi di jaman milenial gini yang semuanya serba mobile. Kita nggak perlu keluar rumah, nggak perlu menyediakan waktu khusus sampai berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun buat nambah ilmu buat pengembangan diri. 

Aku punya hobi baca buku apa aja yang penting pas dihatiku alias sreg gitu. Karena pingin banget membuat hobiku alias kesukaanku ini menghasilkan nyari-nyari solusi nih, buka beberapa situs media sosial yang ada. 
Dan ketemu status tentang training kelas resensi buku. Kebetulan banget nih aku pingin belajar gimana menceritakan buku yang kita baca ke banyak orang dan ternyata itu juga menghasilkan. Selama ini buku hanya sekedar kubaca kalau nggak males bikin review sekedarnya di IG biar ramai atau di blog kalau emang mau cerita lebih banyak tentang buku yang selesai aku baca. Awalnya kupikir tuh antara review buku dan resensi buku itu sama ternyata banyak perbedaannya. 


Kelas ini di gawangi salah satu mentor di Joeragan Artikel yang punya pengalaman tentang resensi buku di beberapa koran di Indonesia. Dan setiap resensi yang dibuat dia dapat menghasilkan pemasukan walau nggak banyak sih tapi dia juga mendapatkan buku gratis dari penerbit buku nasional. Bisa dibayangin nih punya buku tanpa harus mengeluarkan uang kita malah dapat uang dari menceritakan tentang isi sebuah buku.
Kelas diadakan di grup tertutup Facebook dengan masa pendampingan yang lumayan lama loh 14 hari. Trainingnya sih cuman 3 hari tapi pendampingannya itu lo yang panjang sampai kita bisa kirim ke koran atau majalah. Nggak cuman di jelasin dan diberi materi tapi praktek dan pendampingan sampai kita bisa kerjasama dengan penerbitnya. Dan ternyata pesertanya itu banyakan sudah emak-emak lo (hi hi hi..) mereka semangat semua buat belajar penulisan resensi ini. Aku masih inget banget resensiku sampai di revisi 2 kali sama mentornya. Mentor yang sabar buat neliti tulisan emak-emak yang kebalik-balik karena kadang nulisnya bersambung harus menyelesaikan pekerjaan lain disaat nulis. 
Soo siapa bilang emak-emak cuman bisa didapur mereka tetep bisa sekolah walaupun hanya dirumah saja. Jadi tambah ilmu tapi pekerjaan rumah tetep beres.

Selain pendampingan yang lumayan panjang dan sabar dari para mentornya banyak banget keuntungan ikut training di Joeragan Artikel ini. Kita di beri kesempatan untuk mendapatkan penghasilan lebih dengan kerjasama bareng alumni Joeragan Artikel. Karena selain memberikan training mereka juga ada bisnis yang dijalani para alumninya. 

Sebenarnya selain training resensi buku ini Joeragan Artikel juga punya banyak training lain yang diperuntukkan buat para perempuan.
Ada training Gampang Bikin Artikel, Gampang Jebol Media, Training Antologi, Kelas Editor, Kelas Review, Training Reportase dan masih banyak lagi. 
Kelas-kelas ini pas banget buat para perempuan yang ingin mengembangkan diri apalagi mentornya berpengalaman sesuai dengan keahlian masing-masing. 
Pokoknya ikutan training di Joeragan Artikel ini nggak akan rugi deh soal harga nggak terlalu mahal apalagi kalau pas ada diskon wuih bisa banget di kantong emak-emak tanpa penghasilan gini dengan menyisihkan uang belanja.

31 Jan 2019

Lion : Along Way Home

Pertama kali bikin review film malah bingung mau mulai darimana, dan film apa yang musti kupilih. Suka sih nonton film tapi di minta buat review haduh bingung musti nulis apa. Kalau nonton emang fokus dan tau jalan ceritanya, tapi kadang malah nggak hafal dengan para pemerannya kadang malah lupa judulnya. Yang selalu kuingat adalah aku pernah lihat film yang ceritanya seperti ini, film dari negara mana dan kesan yang terkandung dalam ceritanya.

Nah secara nggak sengaja si kembar lihat film ini sore tadi dan fokus banget kan jadi penasaran ibunya, akhirnya ikutan nimbrung. Sedikit jadi penerjemah juga ibunya karena filmnya berbahasa Inggris sedikit-sedikit pahamlah. Dan ceritanya bikin diriku sedikit nyesek juga sebenarnya, akhirnya huntinglah tentang film ini buat nambah info latar belakang film ini.

Film ini berjudul Lion berlatar belakang tempat di India dan Australia. Film ini ternyata diangkat dari karya non-fiksi Saroo Brierley A Long Way Home karangan Luke Davies. Dan film ini ternyata dirilis dari tahun 2016 guys, ceritanya sedikit bikin meneteskan air mata.
Bercerita tentang seorang anak bernama Saroo yang terpisah dari keluarganya sejak umur 5 tahun. Saroo adalah anak kelahiran dari sebuah desa terpencil di India. Dia diadopsi oleh pasangan muda dari Australia. Setelah 25 tahun dia mencari tempat asalnya berbekal dari potongan-potongan ingatan semua tempat yang pernah disinggahinya selama perjalanan dari rumahnya sampai New Delhi. 
Yang paling keliatan adalah aplikasi apa yang diapaki selama dia mengidentifikasi tempat tinggalnya dulu untuk mencari keluarga asalnya, dia pakai Google Earth. Saat hampir putus asa untuk mencari tempat asalnya menggunakan google earth dia malah menemukan desa tempat asalnya. Setelah keyakinan tempat asalnya dia pergi untuk mencari keluarganya. Saat yang bener-bener bikin menguras emosi adalah pertemuan dengan orang tuanya, saat dia berusaha sekuat tenaga mengingat semua tempat yang pernah dilaluinya. Menghitung setiap jarak yang dilaluinya menandai setiap jengkal petanya. 

Apa yang dapat kita petik dari film ini? Perjuangan tiada henti seorang anak unutuk menemukan jati dirinya, kekuatan yang diberikan orang tua angkatnya. Walaupun berbeda ras, walaupun bukan anak kandungnya mereka tetap mendukung Saroo menemukan keluarga asalnya. Keyakinan seorang ibu kandung bahwa anaknya pasti kembali. 
Di film ini ada sedikit bumbu romantis juga sih, kekasih Saroo yang selalu mendukungnya. Film yang bergenre drama keluarga ini bisa dibilang ceritanya mungkin nggak terlalu sulit dicerna bahkan cenderung terlalu mudah, tapi kesannya mendalam.

Dari ketidak sengajaan si kembar lihat film membuatku jadi bisa bikin review sederhana ini dan bisa menyelesaikan tantangan 10 tema blog. Aku juga dapat tontonan yang menarik. Jadi tahu aplikasi google earth bisa spesifik itu ya (aku agak gaptek ini)

Buat yang kasih tantangan ini kak Ainhy Edelweiss makasih banyak ya, membuatku semakin konsisten buat isi blog.



30 Jan 2019

Aku Dan Hobiku
Dulu aku pernah posting kalau aku suka banget membaca bahkan dari sejak aku mengenal buku. Sampai aku mendapatkan julukan tersendiri dari bapakku, "rayap buku". Hobi ini ditularkan dari orangtuaku yang kebetulan suka membaca, mulai dari koran sampai buku. Bapak dan ibuku adalah pengajar Sekolah Dasar alias guru. Mereka memberiku fasilitas untuk hobiku ini dengan berlangganan majalah anak-anak dan kadang membelikan buku saat ke toko buku besar. Karena kesukaanku membaca ini bukan berarti diriku akan selalu membaca dimanapun dan kapanpun. Ada saatnya aku mengalami kebosanan atau terlalu fokus dengan kesenangan yang lain. Apalagi di jaman sekarang dengan adanya smartphone membuatku menjadi malas untuk buka buku lebih suka berkelana di media sosial yang bertebaran. Butuh motivasi lebih untuk menumbuhkan lagi minat membacaku.

Tidak disangka dari kesenangan untuk membuka media sosial aku berkenalan dengan banyak komunitas. Terus terang diawal aku hanya aktif facebook saja jarang buka yang lain, lama-lama bosen juga karena isinya banyak curhat akhirnya berpindah ke Instagram lebih aktif. Dari scrol-scrol IG aku ketemu foto-foto buku yang menarik, dan isi review buku mereka lebih dikenal sebagai bookstagram. Akhirnya aku kepoin deh akun para bookstagram ini, bikin mupeng baca lagi. 

   

Dari suka kepoin akun bookstagram ini aku menemukan sebuah komunitas para pembaca buku. Mereka memberikan tantangan membaca 1 buku dalam seminggu kemudian mempostingnya di Instagram. Aku jadi mikir daripada posting foto selfi yang nggak jelas di instagram mending bikin foto hobi yang bisa menginspirasi orang lain. Gabunglah daku dikomunitas itu walaupun sampai sekarang masih suka bolong-bolong laporannya kalau baca sih terus.

Komunitas ini bernama One Week One Book (OWOB). Jadi tantangan tersendiri ini dan jadi motivasi tersendiri buat semakin konsisten baca. 
Komunitas OWOB terbentuk belum lama sih 4 Januari 2018, wah masih setahun ya ternyata. Sebenarnya OWOB ini adalah gerakan untuk mengajak orang gemar membaca. Nah gerakan ini diberi durasi selama seminggu agar setiap anggotanya merasakan mendapat tantangan. Komunitas ini aktif di media sosial beberapa media sosial IG di @gerakan_1week1book dan FB. Selain itu mereka juga punya blog di https://gerakan1week1book.wordpress.com/. Ada juga WA grup dengan berbagai kegiatan. Aku gabung di Wa grup regional disana kita ada kegiatan baca bareng dan nulis bareng yang penentuannya digilir tiap anggota.



Hobi kita akan semakin berkembang dan semangat menjalaninya kalau kita berkumpul dengan orang yang berhobi sejenis. Saat ini aku semakin yakin buat menyebarkan semangat membaca ini ke siapapun. 
Siapa bilang kalau sudah jadi emak-emak kita nggak boleh baca novel, baca teenlit dan bacaan remaja yang lainnya. Aku masih suka kok baca komik, baca novel remaja, baca buku anak dan ternyata di komunitas ini banyak kok temannya. Membaca bagiku adalah rekreasi tanpa batas, tempat aku belajar banyak hal, tempat aku melanglang buana tanpa harus berpindah tempat dan tanpa biaya mahal.



So... emak-emak yang kemarin sempet malu buat membaca novel jangan diterusin ya. Aku emak-emak yang berumur hampir kepala 4 masih suka kok baca novel, baca komik juga. Kalau kalian suka baca cari komunitas yang mendukung dan tidak mentertawakan hobi baca novelnya (mari merapat bareng aku..)
Aku Ingin Baca Buku Ini

Berhubungan ma postingan sebelumnya tentang daftar belanjaan tahun 2019 yaitu pingin beli buku. Nah di tahun ini ada beberapa daftar buku yang aku inginkan. Ada buku yang terbit sudah tahun kemarin ada juga yang terbit di awal tahun ini.
Diriku lagi gandrung sama buku fiksi terutama yang dikemas dalam bentuk novel dan genrenya adalah fiksi ilmiah. Di akhir tahun kemarin sempet beli buku yang ada hubungannya sama ibu-ibu dan rumah pingin beli yang sejenis tapi lebih mendetail. Aku juga lagi butuh beberapa buku motivasi sebagai selingan.

1. Konmari Mengubah Gaya Hidupku karya Khoirun Nikmah




Pernah baca buku Konmari milik Marie Kondo jadi pingin berbenah rumah, pingin merapikan semua. Tapi aku merasa kok kurang contoh buat diterapin di Indonesia, pingin cari referensi yang lebih mendetail dan sesuai dengan kultur Indonesia tapi didasari metode Konmari. Nah kemarin aku baca review buku karya Khoirun Nikmah ini aku jadi tertarik. Kayaknya buku ini adalah yang aku cari buat nerusin ilmu berbenah yang aslinya dari Jepang bisa di terapkan di Indonesia.

2. Si anak Cahaya karya Tere Liye





Kalau buku ini aku tertarik juga karena ulasan beberapa reviewer dan juga karena penulisnya. Aku pernah baca buku Tere Liye dan tau bagaimana cara beliau menggambarkan sesuatu aku suka tata bahasanya. Secara sekilas buku ini seperti menceritakan tentang cara pengasuhan anak tapi dituliskan dalam bentuk fiksi.

3. Supernova karya Dee Lestari




Nah kayaknya kalau yang ini pasti sudah banyak yang tahu. Novel ini sudah terbit lama dan daku baru tertarik sekarang ...hah dimana daku dulu yak.... Aku yang penyuka fiksi ilmiah harusnya dari dulu bacanya, terlalu sombong baca karya penulis negeri sendiri dan terlalu malas baca buku yang lumayan tebal ha ha ha... Pingin baca dari seri pertama sampai terakhir pokoknya walaupun musti pinjam.

4. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP




Kalau buku ini aku suka dengan ilustrasi dalamnya dan karena termasuk motivasi juga. Kalau dilihat cara menulisnya cukup sederhana dan bukunya juga menarik.

5. 99 Love Your Mind karya Aprilia Kartika




Ini buku yang baru terbit dari penerbit Republika. Terus terang aku tertarik dengan judul dan ilustrasi sampul bukunya. Dari beberapa kali cuplikan-cuplikan  isi yang diberikan penerbitnya semakin membuatku pingin baca segera buat recharge isi kepala.

Untuk sementara cukup 5 dulu aja deh wishlistnya. Semoga dapat terpenuhi, siapa tau ada bazar buku murah dan kelimanya masuk yang didiskon. Selain karena diskon semoga dananya juga pas ada. 
Ku Ingin Punya Ini Lo....

Kalau ditanyain apa sih daftar belanjaan kamu tahun 2019 ini? 
Banyak banget pastinya dari mulai hal pribadi sampai hal umum buat kebutuhan keluargaku.
Kalau dijembrengin semua kayaknya nggak akan cukup nih, kita rangkum dengan keinginan yang paling kuat buat diriku sendiri.
Dan berhubung keuangan yang cukup minimalis (ternyata nggak cuman rumah ya yg minimalis...he he he). Berharap semoga ada rejeki lebih biar bisa terwujud tahun ini semua (aamiin...aamiin...aamiin).
Nah ini dia wihlist tahun 2019 bunda Narafid .... Jeng...Jeng....Jeng

1. Beberapa buku
Daku yang merupakan rayapnya buku (istilah bapakku bagi diriku yang suka baca ha ha ha) pasti ini adalah hal wajib. Aku yang lebih suka buku fisik daripada buku digital, nggak peduli walaupun banyak ebook bertebaran buku fisik is the best pokoknya. 
Aku yang sekarang hidup di kota besar dekat dengan toko buku besar dan sering ada pameran buku belanja buku adalah godaan terbesar. Setiap bulan harus sisihkan penghasilan buat belanja buku. Ehh tapi alhamdulillah lo sampai hari ini belum beli buku karena masih mau babat habis TBR yang menumpuk karena bazar akhir tahun kemarin, tapi tangan dan kaki sudah gatel banget buat jalan ke toko buku (ha ha ha). 
Sudah ada beberapa buku yang kuincar nih, berharap dananya cukup buat nyari buku-buku yang kuinginkan.

2. Smartphone



Keinginan terpendam nih, pingin punya smartphone yang memorinya lebih besar biar nggak bongkar pasang aplikasi saat butuh. Butuh smartphone yang resolusi kameranya bagus biar bisa ambil gambar yang lebih cakep. 
Kalau kita lihat perkembangan smartphone sekarang kan lumayan cepet tuh dan bermunculan banyak merk. Aplikasi yang lumayan banyak bermunculan untuk mempermudah pekerjaan kita bikin butuh smartphone yang punya kapasitas memori besar biar jalannya nggak lambat.
Daku yang lagi pingin konsisten ngeblog dan aktif di media sosial butuh beberapa aplikasi yang mendukung hal itu. Karena kalau pakai smartphone kan lebih bisa mobile juga. Semoga bisa tercapai secepatnya ya...(mari mengumpulkan sesen demi sesen)

3. Netbook
Salah satu resolusi tahun ini konsisten ngeblog dan pingin dapat penghasilan dari ngeblog. Resolusi ini butuh alat yang mumpuni, terus terang kalau cuman pakai smartphone kurang leluasa, kurang nyaman. Aku butuh alat yang lebih nyaman buat kerja, netbook aja cukup. Untukku tidak perlu netbook yang paling canggih ataupun keluaran terbaru, karena sadar untuk saat ini aku belum mencapai kesana, siapa tau dengan do'a dan berusaha bisa. Yang kubutuhin netbook yang ringan jadi bisa dibawa kemana-mana, daya baterai panjang biar nggak butuh colokan terus dan pastinya nggak loading lama saat akses apapun. Saat ini aku hanya bisa nebeng suami jadi nggak leluasa memakainya.
Kalau mau pakai nunggu saat suami lagi nggak pegang. Disaat aku butuh banget tapi kalau lagi dipegang suami ya akhirnya ngalah deh nyari waktu netbooknya nganggur. 

4. Blender



Ini kebutuhan ibu-ibu banget ya.... Dulu pernah punya blender tapi sudah tak layak pakai, padahal suka bikin jus buah. Pinginnya punya blender yang nggak cuman buat bikin jus buah aja tapi bisa buat yang lain. Blender multi fungsi, satu set gitu pinginnya. Semoga terwujud tahun ini jadi kalau pingin jus buah nggak beli lagi, bisa bikin masakan yang lebih beragam dengan penghalus bumbu.



Wah kayaknya wishlist terbesarku lumayan juga ya dananya. semoga semua tercapai tahun ini biar impianku semakin dekat juga. Biar bisa semakin pinter ngeblog, biar bisa menghasilkan walaupun cuman ketak-ketik di blog.

Me And My Twin


Bagaimana rasanya punya anak kembar? Repot nggak saat mengasuh mereka? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang diajukan teman, saudara dan orang yang baru kenal saat tahu aku punya si kembar. 

Pengalaman mulai kehamilan kembar sampai pengasuhan mereka adalah cerita yang takkan pernah terlupakan. Banyak pengalaman yang boleh dikatakan adalah yang pertama buatku. 

Aku mengetahui hamil kembar sejak umur kehamilan 4 bulan dan mengetahuinya pun nggak sengaja sebenarnya. Padahal dari umur 3 bulan sudah mulai periksa ke dokter, karena kasus pendaharan yang kualami. 
Awal kehamilan aku dan suami memutuskan akan melakukan pemeriksaan rutin di bidan terdekat aja, kalaupun harus ke dokter kandungan juga di klinik terdekat rumah aja. Tapi karena terjadi pendarahan saat usia kandunganku 3 bulan akhirnya harus ke dokter kandungan yang praktek di rumah sakit khusus ibu dan anak yang lumayan jauh dari rumah. Saat pemeriksaan USG pertama karena kasus ini belum terlihat kalau kehamilanku kembar. Kontrol bulan berikutnya untuk mengetahui perkembangan janin setelah pendarahan dilakukan USG lagi daaann saat itupun terlihat ada 2 janin yang nggak sejajar (soalnya kepala satu diatas satu dibawah he he he). Saat mengetahui ini yang dokter yang memeriksa sangat terkejut, karena saat pemeriksaan sebelumnya nggak terlihat sama sekali. Dokternya terkejut apalagi kita berdua, rasanya campur aduk pastinya antara bahagia dan bingung. 

Masa kehamilan di trimester pertama lumayan berat karena aku mengalami morning sickness yang lumayan parah menurutku karena nggak bisa bau nyium bau masakan yang sepele sih kayak bau masakn dari ikan-ikanan bahkan daging juga nggak bisa, paling suka makan tempe goreng yang dipenyet sama sambel bawang dan ini kebawa sampai anaknya gedhe sekarang ha ha ha (jadi inget kembarku maniak banget sama tempe penyet sambel bawang).
Trimester kedua dan awal trimester tiga adalah bagian yang enak nih. Makan nggak ada halangan malah nafsunya juga lumayan naik daripada hari biasa. Yang bisa dibilang gampang lapar aku maklum ada 3 yang harus diberi makan. 
Menginjak trimester tiga akhir semakin mengalami kesulitan bergerak dan tidur, ya dikarenakan kehamilan kembar besar perut yang diatas rata-rata, mungkin juga kegelisahan mendekati kelahiran. 
Dokter kandungan yang menangani diriku mengatakan kalau kembar biasanya sejak umur 8 bulan sudah lahir, tapi si kembar sampai umur 9 bulan belum kerasa kontaksi sama sekali. Yang kurasakan malah kulitku gatal-gatal seperti kena alergi gitu. 

Karena keadaanku yang semakin susah bergerak, tidur dan gatal di kulit kita mutusin buat ngelakuin operasi caesar untuk kelahiran kembar. Aku yang punya riwayat kehamilan beresiko dari awal kehamilan, pernah keguguran 2 kali dan anak pertama juga operasi caesar dokter tidak menyarankan hamil lagi diatas umur 30. Beliau takut kehamilan berikutnya akan semakin beresiko, sebenarnya kehamilan kembar juga termasuk hamil beresiko tinggi juga. Karena saran dokter dan juga pertimbangan anak sudah 3 aku dan suami memutuskan untuk menyetujui saran dokter melakukan KB steril buatku. Operasinya jadi dobel deh buat ngelahirin si kembar dan KB.

Akhirnya setelah 9 bulan kita nungguin ketemulah si kembar dan ternyata jenis kelaminnya cowok semua (karena sejak dari awal USG nggak pernah keliatan jenis kelaminnya disembunyiin terus ma mereka ha ha ha malu kali). Alhamdulillah lengkap deh malaikat dirumah seorang putri dan 2 pangeran kembar yang Insyaallah akan selalu menjaga si kakak. Si kakak punya 2 bodyguard he he he...

Pada saat kontrol pertama setelah kelahiran ke dokter kandungan, dokter bercerita kalau beliau melakukan 3 tindakan padaku. Sempet kaget pastinya karena kita hanya melakukan 2 tindakan aja, kelahiran dan sterilisasi. Ternyata mereka melakukan 1 tindakan lagi yaitu pembersihan kista di saluran telurku. Aku banyak bersyukur seandainya kembar nggak operasi caesar dan aku nggak minta steril pasti nggak akan pernah terdeteksi penyakitku itu. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya ya...alhamdulillah.


Ternyata cerita seru seputar aku dan si kembar nggak berhenti saat hamil dan melahirkan saja. Masa-masa menyusui mereka yang penuh perjuangan, karena ASIku nggak langsung keluar harus menunggu sekitar 3 hari baru keluar sedangkan sikembar susah buat minum susu formula itu membuatku semakin stress. Diriku sempet mengalami baby blues yang lumayan sih, aku yang sempet nggak mau megang si kembar, aku yang selalu menangis saat melihat anak-anakku, aku yang selalu susah tidur, pikiran-pikiran negatif banyak bersliweran di kepala. Bersyukur punya suami yang selalu siaga, selalu mendampingi saat merawat kembar dan si kakak (kebetulan si kakak masih umur 3 tahun dan dia masih harus ikut terapi juga), suami yang selalu mengingatkan bahwa anak-anak akan selalu merasakan apa yang ibunya alami,  terus terang saat aku mengalami ini si kembarku nggak berhenti menangis. Alhamdulillah ini hanya berlangsung selama 2 hari karena kesadaran yang terus diberikan suamiku.

Akhirnya ASI bisa lancar dan si kembar tidak pernah mau kalau minumnya bergantian. Alhamdulillah saat di rumah sakit dokter anak yang menangani si kembar sudah mengajari bagaimana menyusui 2 bayi langsung. Aku memberikan ASI buat si kembar itu selama kurang lebih setahun saat umur 4 bulan mereka mulai kukenalkan susu formula, karena kondisiku yang kadang drop sehingga produksi ASI berkurang dan mereka yang terus menangis. Susu formula biasanya diberikan saat aku tidak ada dirumah, itupun jarang sekali. Aku jarang meninggalkan mereka lebih dari 2 jam. Alhamdulillahnya aku punya asisten rumah tangga yang membantu menjaga mereka. 
Saat kita mengasuh anak terutama yang masih bayi jangan pernah takut atau malu untuk meminta bantuan orang lain, karena kita juga butuh istirahat butuh waktu sendiri. 
Mungkin yang sampai saat ini kusesali adalah aku kurang kuat untuk memberikan Asi pada mereka. Harusnya aku rajin memompa ASI ku sehingga bisa diberikan saat aku nggak ada dirumah. Tapi aku masih bersyukur kok karena masih bisa memberikan ASI pada mereka walaupun tidak bisa eksklusif.

Saat umur 8 bulan kejadian yang dialami si kakak terulang ke si kembar, salah satu dari mereka mengalami demam kejang. Akhirnya nginep deh di rumah sakit. Pengalaman ini Insyaallah akan kuceritain di postingan yang lainnya aja ya. Salah satu yang membuat aku harus menyapih mereka saat umur setahun ya ini keluar masuk rumah sakit dan ASIku bener-bener berhenti sendiri tanpa proses penyapihan yang panjang. Alhamdulillah mereka berdua tidak mengalami rewel yang lama karena ASI yang berhenti produksi. 

Pengalaman bareng si kembar memang tidak akan pernah terlupakan apalagi bagi ibu. Pengalaman kehamilan dan pengasuhan setiap anak adalah unik dan takkan pernah terlupakan. Ada aja kelakuan mereka yang membuatku selalu tertawa. Mungkin akan jarang ditemuin saat hanya punya anak tunggal. 
Bagiku pengalaman kehamilan sampai pengasuhan si kembar salah satu yang nggak akan kulupakan dan bisa aku bagikan ke banyak ibu yang membacanya.



27 Jan 2019

TRANSFORMASI KEHIDUPAN DARI SENI BERSIH-BERSIH DAN MERAPIKAN



Judul: The Life-Changing Magic Of Tidying Up
Penulis: Marie Kondo

Penerjemah : Reni Indardini

Tahun Terbit: Oktoberi 2018
Penerbit: Penerbit Bentang
Jumlah halaman: 206 halaman
ISBN: 978-602-291-244-6



Pernahkah anda berbenah gila-gilaan, tetapi tak lama berselang mendapati bahwa rumah atau ruang kerja anda telah kembali acak-acakan?
Bagi seorang ibu berbenah adalah pekerjaan harian yang tidak akan pernah ada habisnya. Banyak ibu yang merasakan bahwa walaupun mereka berbenah hampir tiap hari atau bahkan setiap saat tapi rumah tidak pernah rapi. Banyak metode yang telah dipelajari dan diterapkan tapi tidak pernah bisa mempertahankan kerapian rumahnya.
Seorang konsultan kerapian dari Jepang bernama Marie Kondo menawarkan sebuah metode yang berasal dari namanya sendiri yaitu Metode KonMari. Metode ini semakin marak diterapkan di Jepang dan telah dikemas dalam program televisi laris dan telah menular ke seluruh dunia.
Buku ini merangkum cara-cara berbenah yang akan mengubah hidup para pembacanya. Mulai dengan membuang, lalu merapikan ruangan secara menyeluruh, sekaligus, dan dalam satu waktu.
Di awal membaca sudah tersaji kata-kata membuang barang baru kita rapikan. Membayangkan hal itu pasti berat karena kebiasaan kita adalah merapikan dulu baru membuang yang tidak kita butuhkan. Metode Konmari ini memang jauh dari kebiasaan umum dalam berbenah.
Orangtua menuntut kita agar membereskan kamar, tetapi mereka sendiri juga tidak pernah diajari berbenah, kalau menyangkut perkara beres-beres kita semua belajar sendiri (hal 2). Kalau dipikirkan kembali dari kecil memang tidak ada ilmu berbenah yang diberikan secara khusus. Bahkan dari orang tua kita sendiri karena tidak semua orangtua yang memberikan waktu khusus untuk mengajari anaknya ilmu berbenah apalagi di sekolah. Kalau ilmu PKK yang lain punya waktu sendiri seperti memasak, menjahit bahkan menyulam. Dalam buku ini dijabarkan secara mendetail tentang metode KonMari dari awal dan bagaimana pelaksanaannya.
Kebiasaan lama kita adalah berbenah sedikit-sedikit tiap hari, tapi dalam metode ini disarankan untuk berbenah sekaligus dalam satu waktu. Karena berbenah sedikit-sedikit tiap hari berarti berbenah tanpa henti. Kita tidak akan bisa mengubah kebiasaan jika cara berpikir kita belum berubah (hal 7).
Jadi sebelum kita memulai metode ini pikiran kita harus benar-benar terbuka untuk metode baru yang lain dari kebiasaan kita selama ini.
Secara garis besar, berbenah dapat dibagi ke dalam dua aktivitas: memutuskan untuk membuang suatu barang atau tidak, kemudian memutuskan hendak menyimpannya di mana (hal 11).
Dalam berbenah menggunakan metode ini diperlukan satu waktu khusus bukan sedikit demi sedikit. Membenahi rumah bukan berdasarkan lokasi tapi berdasarkan kategori. Di buku ini diterangkan kategori yang dibenahi secara berurutan dari yang paling mudah untuk dilepaskan hingga barang yang akan mengalami kesulitan untuk dibuang.
Penulis juga memberikan cara untuk membenahi bahkan cara menata yang lebih mudah. Urutan kategori harus sesuai dengan urutan yang disarankan oleh penulis hal ini dikarenakan prinsip berbenah yang telah dikemukakan di depan yaitu membuang baru merapikan.
Yang menarik dari metode ini bagaimana Marie Kondo mengajarkan cara membuang setiap barang agar lebih mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Dia mengajarkan selalu menyentuh setiap barang dan merasakan apakah barang ini menimbulkan kegembiraan untuk kita atau tidak. Jadi seperti berkomunikasi langsung dengan barangnya. Untuk barang yang dibuang diminta untuk selalu mengucapkan terima kasih pada setiap barangnya. Simpan saja barang-barang yang sungguh menggetarkan hati anda. Kemudian, teguhkan tekad untuk membuang sisanya (hal 34).
Walaupun bukunya termasuk tidak terlalu tebal tapi penjelasannya bisa membuat para pembacanya tertarik untuk langsung mencoba alias langsung praktek. Dari beberapa klien Marie Kondo kehidupannya banyak yang berubah kearah positif. Ada yang akhirnya menemukan passionnya, ada yang berubah kehidupan rumah tangganya menjadi lebih harmonis bahkan ada yang merasa merasa lebih langsing dan lebih cantic. Tapi Marie hanya menjawab mungkin karena dengan membenahi rumah akhirnya sirkulasi udara juga lebih lancar udara berubah lebih segar membuat orang jadi bisa berpikir lebih jernih.
Jadi buku ini sangat disarankan buat para ibu-ibu jaman sekarang yang ingin rumahnya selalu rapi tanpa harus berbenah setiap hari. Dan bahasa yang dipakai juga mudah dipahami dan mudah untuk dipraktekkan langsung.


20 Jan 2019

Parenthink
"Karena Hanya Orangtua Cerdas yang Bisa Membimbing Anaknya Menjadi : Mandiri, Tangguh, Peduli dan Bertanggung Jawab"


Judul: Parenthink
Penulis: MonaRatuliu
Tahun Terbit: April 2016
Penerbit: Penerbit Noura Books
Jumlah halaman: 178 halaman
ISBN: 978-602-385-057-0

Mengasuh anak adalah pengalaman yang dinantikan banyak orangtua. namun, alih-alih bahagia, ayah dan bunda "pemula" sering kali justru stres, bingung dan berujung pada penerapan pola asuh yang salah. Begitu juga yang pernah dialami Mona Ratuliu. Sempat didera rasa frustasi saat mengasuh anak pertamanya, dia akhirnya sadar bahwa menjadi orang tua harus kaya ilmu. Dalam buku ini, Mona pun membagi pengalamannya dalam mengasuh ketiga anaknya. Dengan menerapkan ilmu parenting ala Indonesiayang digagas oleh Ki Hajar Dewantara sejak dulu, dia mengajak para orangtua untuk menjadi teladan bagi anak, membangun semangat dan memberi dorongan agar anak tumbuh menjadi manusia dewasa yang sesungguhny. Yuk, terus belajar bersama anak mulai sekarang!

Aku baca buku ini kayaknya agak telat ya, buku ini terbit pertama tahun 2015 dan aku beli pas udah cetakan ketiga. Tapi tetep ya ilmunya bermanfaat secara ilmu pengasuhan bahasa kerennya ilmu parenting itu akan tetep dibutuhin selama kita masih mengasuh anak-anak. 

Sedikit penasaran dari lihat pengarangnya seorang artis terkenal dengan bejibun kegiatan, kadang kalau syuting bisa seharian bahkan bisa harian. Bagaimana dari sisi seorang ibu yang punya kegiatan banyak dan punya anak remaja sepertiku mengasuh anak-anaknya (eh kebetulan anaknya juga 3 ...). Dan saat lihat bagian blurbnya dia belajar ilmu pengasuhan setelah anaknya besar. 

Terus terang diriku juga mengalami hal yang sama dengan anak pertamaku, aku belajar ilmu pengasuhan setelah dia umurnya sekitar 8 th itupun karena sekolahnya yang sering bikin acara parenting. Sudah banyak buku yang kubaca tentang parenting dan kebanyakan selalu nggak tuntas alias berhenti di tengah-tengah dan bingung mau prakteknya. 
Dalam buku ini bahasa yang dipakai tidak terkesan menggurui sama sekali bahkan diakhir setiap bahasan kita akan diajak untuk mengisi semacam kuisoner untuk mengenali pola asuh kita, untuk lebih memahami tentang materi yang dibahas sebelumnya. Bahasa yang dipakai santai banget dan aku enjoy bacanya sampai terakhir.

Yang paling berkesan adalah ilmu pengasuhan yang dipakai adalah ilmu asli Indonesia. Kita nggak sadar sama sekali kalau di Indonesia itu ada pakar ilmu parenting. Kita punya bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yang memberikan 3 teori terkenalnya. 
Terus terang ya kebanyakan ilmu parenting yang kubaca pasti referensinya dari luar semua, sedangkan pola hidup di Indonesia itu beda jauh dengan pola hidup kita. 

Mona memakai teori Ki Hajar Dewantara ini untuk mengasuh ketiga anaknya, dia menyiapkan anak-anaknya untuk mandiri, tangguh, peduli dan bertanggung jawab.
Sebenarnya setiap orang tua pasti menginginkan anak yang seperti itu juga, tapi mereka banyak yang belum tahu bagaimana tips dan triknya untuk menuju kesana.
Dalam buku ini dijelaskan secara runut untuk mencapai itu, apa yang musti dipersiapkan untuk menjadi tangguh, mandiri, peduli dan bertanggung jawab. 

Dalam buku dijabarkan bagaimana tips dan trik agar anak sanggup : 
- belajar kecewa dengan aman, karena dalam menjalani hidup pasti ada saat mengalami kekecewaan kadang anak-anak belum bisa melampiaskan kekecewaannya. 
- memilih dan mengambil keputusan yang rasional secara mandiri
Nah ini yang sering kita alami sebagai orang tua, kadang kita nggak sadar membuatkan pilihan untuk anak biar cepet dan baik nanti (itu menurut kita lo...), hal ini membuat anak jadi punya ketergantungan dengan kita sebagai orang tua padahal kita inginnya anak itu jadi mandiri. Disini akan banyak diberikan tips nya supaya anak bisa mengambil keputusan sendiri yang rasional, walaupun dalam prakteknya kita juga agak sedikit nggak sabar nih dihati ha  ha ha..(aku banget ini soalnya kadang nggak sabar nungguin mereka mikir, tapi sekarang dipendam di hati nggak sabarnya)
- berjuang untuk mencapai tujuan berdasarkan tipe anak
Setiap anak punya tipe tersendiri dalam karakternya. Ini diperuntukkan supaya anak jadi tangguh dalam kehidupannya kelak. Kita berikan cara sesuai dengan tipe anak-anak jadi nggak bisa disamakan nih perlakuannya. Diriku yang punya anak kembar aja bisa beda cara untuk membujuknya atau memberitahunya.
- mencari solusi dan bersepakat. 
Tips ini biar anak bisa semakin mandiri dan tangguh serta bertanggung jawab dari setiap pilihan yang dia buat.

Nah para ibu-ibu (soalnya yang nyari ilmu ini kebanyakan ibu-ibu sih....) selain baca di bukunya bunda Mona juga punya webnya dan dia membentuk komunitas orang tua nih namanya ParenThink kita diajak jadi ibu yang cerdas. Bukan cuma jadi ibu pinter ngasuh anak tapi juga cerdas dan melahirkan generasi cerdas juga pastinya.
Buku ini cocok buat semua ibu-ibu baik yang masih pemula ataupun yang sudah punya anak.


19 Jan 2019

Penyuka Damai yang Praktis


Aku itu paling nggak seneng belibet alias suka yang praktis dan nggak suka konflik berarti aku masuk tipe kepribadian yang mana ya?
Karena penasaran aku coba nyari nih tes untuk tahu tipe kepribadianku akhirnya ketemu situs di https://www.pendidikankarakter.com/ dan hasilnya adalah...jeng jeng...
Aku termasuk tipe si Plegmatis ternyata, tipe yang tidak suka menonjol, tipe yang suka damai katanya (he he he...). 

Mari kita lihat lebih detail saudara ada tipe apa aja sih dan apa aja ciri-cirinya. Pembagian tipe kepribadian ini dibagi menjadi 4 yaitu Plegmatis, Sanguinis, Melankolis dan Korelis.  Setiap tipe kepribadian ini punya ciri-ciri khusus dan punya kekurangan kelebihan masing-masing.

1. Plegmatis ( Pecinta damai )
 Tipe yang suka dengan ketenangan, konstan, kebiasaan yang susah untuk diubah, dalam bergaul lebih sering diam dan pendengar yang baik. Tidak menyukai konflik, suka mengalah. Suka dengan hidup yang damai-damai saja dan hidup dengan tenang.

2. Sanguinis ( Populer )

 Tipe yang suka menjadi perhatian, ingin selalu disukai banyak orang, memiliki rasa percara yang tinggi. Senang dengan aktifitas kebersamaan yang menyenangkan. 

3. Melankolis (Sempurna atau Perfeksionis )
 Tipe yang menyukai kerapian, keteraturan, dan terencana dengan baik. Karakter yang suka dengan kesempurnaan. Orang dengan tipe ini cenderung kaku, tidak mau kalah dan selalu ingin tahu secara mendalam karena tuntutan kesempurnaannya.

4. Korelaris ( Kuat )
 Tipe kepribadian yang tegas dan tipe seorang pemimpin. Tipe ini sangat suka mengatur segala hal, suka tantangan, suka dengan hal-hal baru. 

pic from www.tribunnews.com
Dari diagram diatas bisa dilihat tuh kelebihan dan kekurangan dari setiap tipe kepribadian yang ada. Tapi setiap orang tidak hanya punya satu tipe tapi bisa gabungan beberapa tipe kepribadian. Mereka akan punya satu tipe yang paling dominan dalam setiap karakternya.

Nah untuk diriku sendiri termasuk tipe plegmatis banget setelah lihat ciri-ciri diatas. Aku orang yang suka banget dengan perdamaian dan selalu menghindari konflik. Menghindari konflik bukan berarti selalu lari dari masalah ya. Kalaupun terbentur suatu masalah pasti cari jalan keluar yang damai dan tenang tidak suka konfrontasi. Diriku juga tidak suka menonjol kalau lagi di sebuah kelompok, tapi tetep suka bertemu banyak orang. Walaupun tidak suka konfrontasi diriku termasuk suka bicara. Kalau sudah kenal baik dengan seseorang atau suatu kelompok baru deh bisa vokal. 
Kalau dilihat ada kekurangan dari si Plegmatis yaitu suka menunda-nunda nah itu aku banget (ha ha ha jelek bangga haduh), kalau kikirnya nggak masih suka berbagi kok. 

Daku punya kelebihan juga nih praktis humoris, itu bener sih aku paling suka sesuatu yang praktis tapi nggak kaku masih suka bercanda. Paling benci kalau ngurusin yang belibet ha ha ha... kadang daku juga termasuk orang yang cuek walaupun kadang masih ada rasa peduli dan sedikit mudah tersentuh. Wah jadi terbuka semua ya sifat dan kepribadianku dan ini juga bisa jadi pertimbangan untuk memperbaiki semua beberapa kelemahanku.

Jadi frend....kalian termasuk tipe yang mana nih? terus menurut kalian ini bermanfaat nggak sih untuk mengetahui tipe kepribadian kita?


@templatesyard