13 Sep 2021

Kebiasaan Kecil yang Mengubah Kita


Ingin produktif di pagi hari, ingin membuat tulisan setiap hari, ingin membaca setiap hari, ingin menghafal Al Qur’an setiap hari, atau ingin olahraga setiap pagi. Masih banyak lagi yang ingin memiliki kebiasaan-kebiasaan positif dalam hidupnya. Tapi berapa banyak yang sudah berhasil mewujudkan keinginan itu.


Berawal dari mendengarkan podcast baca buku yang membahas tentang buku Atomic Habit karya James Clear. Berlanjut melihat status coach Adi Wahyu Adji tentang pengadaan program membentuk kebiasaan selama 7 hari. Membuatku semakin tertarik untuk berubah dengan memulai sebuah kebiasaan yang kecil. Selama ini aku memang ingin berubah untuk menata kegiatan harianku supaya lebih produkif. Dan rasanya semua kebiasaan baru yang ingin kubentuk kebanyakan hanya bertahan sekejap mata dan nggak berbekas. Akhirnya mendaftarlah diriku di program coach Adi.


Ternyata setelah daftar nggak langsung ketrima begitu saja masih ada tahapan seleksi. Karena tekat di awal memang bener-bener ingin berubah aku mengikuti semua tahapan yang dijadikan syarat dalam proses seleksi. Dan alhamdulillah masuk menjadi salah satu dari 40 orang yang lolos seleksi awal. Dalam hati aku harus selesaiin semuanya walaupun mungkin kebiasaan yang kupilih hanya sepele.


Untuk kebiasaan ini aku memilih kebiasaan menulis jurnal atau jurnaling. Kenapa aku milih kebiasaan jurnaling yang akan aku tumbuhkan? karena menurutku kebiasaan ini bisa mencakup semuanya, dari mengatur waktu alias manajemen waktu yang selalu amburadul sampai jadi tracking semua kegiatan harian aku yang lainnya. Selain itu dengan jurnaling juga bisa memperbaiki mood  atau bisa jadi teman curhat saat hati tak menentu ( ibu-ibu sok galau emang...).


Setelah nyemplung di program ternyata pesertanya beragam dan kebiasaan yang ditumbuhkan pun bermacam-macam baik dari segi kesehatan, spiritualnya ataupun keahliannya. Mereka semua mengawali dengan kebiasaan yang boleh dibilang receh banget atau mungkin bisa dipandang sepele bagi orang lain. Kayak kebiasaan minum 2L tiap hari karena ingin lebih sehat, atau ingin sholat wajib tepat waktu, atau menulis 15 menit tiap hari mungkin kebiasaanku jurnaling 15 menit tiap hari. Kalau dilihat sepele kan, tapi jangan salah kecil-kecil gini bisa mengubah kita lo.


Program menumbuhkan kebiasaan ini dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu memulai, menjaga dan mengabadikan kebiasaan. Tiap tahapan dilaksanakan selama 10 hari jadi kalau ditotal tepat 30 hari alias sebulan penuh. Dalam tiap tahapan nggak semua peserta awal akan selesai hingga akhir, karena tetap ada sistem gugur. Sistem ini diukur dari keaktifan kita sebagai peserta dalam melaksanakan setiap tugasnya. Yah bisa dibilang semakin lama semakin sedikit pesertanya.


Ternyata untuk mengubah hidup kita, tidak perlu memikirkan hal-hal besar. Namun hanya diperlukan perubahan-perubahan yang kecil. Perubahan-perubahan kecil ini bisa kita mulai dengan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang cukup sepele alias receh. Dan ternyata dalam membentuk sebuah kebiasaan ini diperlukan ilmu yang nggak sedikit juga. Nah, di program ini kita diberikan materi sekaligus prakteknya dalam keseharian kita.


Aku jadi tau ada lingkaran kebiasaan, proposal kebiasaan, terus pentingnya sebuah identitas juga. Awal dari ilmunya ya disini, mengawali mempentukan kebiasaan ya disini. Dengan adanya lingkaran kebiasaan kita jadi tau bagaimana memulai sebuah kebiasaan dan ganjaran yang kita dapatkan karena kebiasaan itu.

Proposal kegiatan dibutuhkan untuk acuan kita dalam menumbuhkan kebiasaan. Karena dengan adanya proposal kebiasaan pertama kita tidak akan kehilangan arah, yang kedua membimbing kita menyiapkan segala sesuatunya, yang ketiga memberikan energi awal yang besar dalam perjalanan pembentukan kebiasaan.


Setiap hari kita akan diberikan materi yang berhubungan dengan pembentukan kebiasaan ini. Dan materinya membuat kita semakin memahami bahwa untuk sebuah perubahan memang diperlukan kebiasaan-kebiasan kecil yang akan membawa kedalam identitas yang ingin kita bentuk dalam perubahan. Dan dalam pembentukan sebuah kebiasaan kecil dibutuhkan proses yang nggak sekejap mata juga, ada tahapan-tahapan yang perlu kita lakukan.


Terus bagaimana dengan kebiasaan yang kebentuk selama dalam tahapan-tahapan program ini? Terus terang setelah melihat hasilnya wow banget. Secara nggak langsung membawa banyak perubahan dalam diriku.

Dalam proposal kebiasaan aku memilih identitas sebagai ibu produktif dan teratur. Aku yang sering amburadul dalam rutinitas keseharian sehingga produktifitas harianku juga menurun banyak. Karena manajemen waktu yang lumayan kacau membuatku jadi sering uring-uringan dan melupakan beberapa hal yang harusnya aku kerjakan. Karena alasan itu juga yang membuatku memilih jurnaling sebagai kebiasaan yang ingin kubangun di awal. Aku berharap dengan kebiasaan jurnaling ini akan embentuk kebiasaan-kebiasaan lainnya yang akan membuatku jadi lebih produktif dengan keteraturan baik jadwal maupun emosi.


Setelah melalui 3 tahapan aku mulai merasakan banyak perubahan yang terjadi dalam diriku terutama keseharianku. Aku memilih tanda kebiasaan adalah di sepertiga malam setelah sholat malam dan membaca surat Al Waqi’ah. Dan alhamdulillah berkat kebiasaan yang kubangun aku jadi lebih mudah bangun di sepertiga malam dan melakukan rutinitas pagiku lebih awal.


Dan kebiasaan jurnalingku di pagi hari membuat moodku lebih stabil sekarang. Mungkin secara nggak sengaja aku malah membangun 3 kebiasaan sekaligus dalam rentetan waktu yang berurutan. Bangun lebih pagi, bisa beribadah malam, bisa intropeksi diri sebelum mengawali aktifitas pagi bisa membuat mood stabil seharian dan tentunya badan lebih bugar.


Aku harus banyak bersyukur diketemukan dengan komunitas ini yang banyak memberikan ilmu tentang membangun kebiasaan. Walaupun kebiasaan ini hanya sepele tapi ternyata bisa banyak membawa perubahan dalam diriku. Dan ilmu yang mungkin bagi sebagian orang nggak seberapa apalagi diberikan secara gratis, tapi bagiku ilmu ini sangat besar manfaatnya. Harus banyak ucapin makasih buat coach Adi dan para mentor yang terus memberikan dukungan dalam melaksanakan semua tugas-tugas yang diberikan.

7 Agu 2021

Bagaimana Cara Pengasuhan Orang Denmark




#IGBookReview
 
Judul Buku  : #rahasiaorangdenmarkmembesarkananak
Penulis : 
#jessicajoellealexander #ibendissingsandahl 
Penerbit :
@bentangpustaka
Tebal : 184 Hlm
Terbit : Oktober 2018




Akhirnya selesai juga baca buku tentang ilmu pengasuhan ini, setelah terdistraksi dengan buku fiksi dan novel.

Kita tahu hampir selama 40 tahun Denmark selalu terpilih menjadi negara paling bahagia sedunia, menurut World Happiness Report oleh PBB. Sudah banyak artikel dan kajian yang mengupas hal ini. Akhirnya diketemukan bahwa dasar dari semua itu adalah karena gaya pengasuhan orang Denmark.

Buku ini ditulis oleh seorang wanita dan juga ibu berkebangsaan Amerika yang menikahi orang Denmark dan tinggal disana. Selama dia hidup di Denmark melakukan banyak riset untuk mengetahuan gaya pengasuhan orang-orang sekitarnya terutama suami dan keluarganya serta orang sekitarnya.
Kalau dilihat latar belakang cerita ini buku ini disusun berdasarkan praktek kesehariannya.

Buku ini terdiri dari 7 bab yang disusun berdasarkan urutan pengasuhan dari orang Denmark. Untuk ilmu pengasuhannya sendiri dibagi berdasarkan dari kata PARENT berarti ada 6 ilmu yang dibagi.

Bab 1 kita diminta untuk mengenali pembawaan diri dan anak kita, karena ini adalah dasar untuk memulai ilmu pengasuhan yang sesuai dengan kita dan anak kita.
Ilmu pengasuhannya terdiri dari Play, Autentisitas, Reframing, Empati, No ultimatum, Togetherness dan Hygge.

Dari setiap ilmu yang ada dibeberkan dengan jelas bahkan diberikan contoh yang langsung dapat dipraktekan. Bahasa yang diberikan juga mudah dipahami dan nggak berbelit. Beberapa kali baca ilmu pengasuhan biasanya hanya teori tanpa contoh, tapi disini aku menemukan ilmu pengasuhan yang penuh dengan contoh.
Selain penuh dengan contoh dia juga membandingkan dengan ilmu pengasuhan orang kebanyakan. Kadang juga akan diberikan kelebihan dan kekurangannya.

Pokoknya rekomended buat para orang tua bukunya, dan sepertinya ilmu parenting dengan dasar kebehagiaan ini lagi berkembang banget.


11 Okt 2020

Belajar Ngeblog Lagi Yuk!!!

Belajar Ngeblog


Disaat aku sudah mulai lelah jadi kaum rebahan mulai deh jalan-jalan di semua medsos dan juga email mencari sesuatu yang membuat aku nggak bosan lagi. 

Saat buka eh ketemu pemberitahuan tentang kelas blog pemula, dan ini pas banget dengan aku yang juga sudah mulai kangen dengan tulis menulis di blog. Daaan kulihat ternyata blogku sudah berdebu tebal banget (haduh berat emang orang nggak konsisten ini...). Musti cari sesuatu yang bikin semangat lagi buat memulai sesuatu yang sempat berhenti lama (lebih gampang memulai yang belum pernah daripada memulai sesuatu yang sempat berhenti...).

Belajar Blogging

Karena ingin memulai sesuatu benar-benar dari nol untuk kegiatan ngeblog ini akhirnya daftar deh trainingnya tanpa banyak berpikir lewat komunitas Blogger Perempuan. Aku pinginnya sih habis ikut kelas ini bikin semakin semangat terus mencorat-coret di rumahku ini.

Kelas blog pemula ini diadakan selama 2 hari di WAG (kelasnya online pastinya). Kelas di mentori sama kak Dewi Rieka yang lebih dikenal kak Dedew mau lihat lebih lengkap tentang beliau bisa deh jalan-jalan ke web kak Dew ya di sini .

Training ini diadakan ruang aksara dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi awal pembuatan blog yang kedua pembuatan artikel. Oh ya kalau yang penasaran apa itu ruang aksara dan apa aja yang mereka lakukan langsung ke web mereka di http://www.ruangaksaraku.com/ .

Ok sesi pertama kita dikenalin nih tentang blog itu apa dan untuk apa. Yang aku suka saat diterangin manfaat ngeblog nih dari mulai dari untuk diri sendiri sampai untuk orang lain. Kayaknya juga bisa jadi mengurangi stress ya, karena bisa buat curhat lo. Bisa juga jadi tempat mencari penghasilan alias bisa mendatangkan uang (sedikit pernah aku alami juga sih sebenarnya selama punya blog ini). KIta diajari nih bikin blog dari nol nah kebetulan yang diajari pakai blogspot yang seperti sekarang kupakai, selain mudah penggunaannya juga gratis disediakan oleh google. 

Setelah blog siap kita diajarin cara mengisi susunan secara simple aja. Nggak enaknya kalau online hanya lewat whatsapp grup itu kita nggak bisa tanya dan nunjukin langsung kayak offline gitu. Harus otak-atik sendiri didampinginya jarak jauh nanya juga nunggu giliran jawabnya. Tapi secara keseluruhan sih enak kelasnya karena di bikin santai aja nggak terkesan kaku.

Hari kedua kita diberi tips mengisi blog kita alias bikin artikel. Karena inti blog itu tulisan berarti fokus kita ya gimana bikin supaya artikel alias tulisan kita menarik dong. Kadang karena terlalu asyik menghias blog biar lebih cantik malah lupa bagaimana mengisi blog biar banyak pengunjungnya.

Terus terang sebenarnya aku sudah ikut pelatihan ngeblog pemula ini beberapa kali dan yang dibahas hampir sama sih. Tapi kali ini kita diberi tau beberapa tips diantara mencari keyword artikel biar lebih mudah dikenali mesin pencarian, bikin artikel yang menarik pembaca. Dannn ternyata selama ini aku mikirnya terlalu berat saudara untuk masalah SEO ini. Tapi memang semua itu harus dibiasakan dulu sih. Semakin sering kita bikin tulisan di blog akan semakin terbiasa dengan ini. 

Kalau boleh dibilang nih ya, ini pas banget buat para ibu-ibu yang sering nulis curhatan nggak jelas di media sosialnya. Daripada mereka nulis panjang lebar curhatan soal yang nggak jelas mending nyurhat yang tertata di blog. Selain mereka bisa curhat yang enak mereka lama-lama bisa menghasilkan uang juga dari curhat-curhatnya. 

Di blogku ini termasuk yang campur aduk sih bahasa kerennya lifestyle blog. Aku menuliskan secara random apa yang kualami dalam keseharianku. Aku juga bisa jadi wartawan lo kalau pas lagi ikut acara apa gitu. Aku juga bisa cerita tentang apa yang kupakai dan kubaca (nah ini adalah salah satu kebahagianku juga...). 

Oh ya diatas kan aku sudah sebutin alasanku ikut kelas ini pingin aktifin blog lagi. Selain itu pingin cari semakin banyak komunitas yang bisa mempengaruhi kerajinanku bikin artikel disini. 

Kayaknya aku musti bilang makasih nih buat mentornya yang jelasinnya singkat, padat, jelas dan mengena banget mbak Dedew (haduh jadi kangen Semarang deh aku...). Buat ruang aksara aku musti ucapin jangan bosan buat bikin kita semakin pinter bikin curhatan yang bermanfaat yak...

Keluarga Yang Saling Mendukung dan Menyayangi

 


Minggu kemarin aku ceritakan ikut kelas Gemari istilah gampangnya kelas berbenah rumah. Di postinganku kemarin aku ceritakan tentang motivasi aku ikut kelas ini, baik latar belakang dan harapan hasil akhir setelah aku mengikutinya. Nggak terasa sudah 2 minggu aku mengikutinya dan sudah banyak yang telah aku dapatkan. Berbenah rumah itu nggak hanya tentang rumah semata tapi dalam diri juga harus ikut berbenah juga ternyata.

Sebelum memulai aku harus mengurai dari awal kondisiku dan juga rumahku saat ini, ok kita urai satu-satu yak....

DIRIKU

Sebenarnya tujuan hidupku itu apa sih, kalau ditanyain gitu sedikit bingung juga ya ternyata. Mungkin sebagai seorang istri dan juga ibu tujuan hidupku itu sederhana banget apalagi menyangkut dengan keluarga kecilku.

Yang kuinginkan adalah "keluarga yang saling mendukung dan menyayangi". Sebagai seorang istri dan juga ibu kayaknya memang sebagai pusat dari sebuah keluarga, karena tujuan hidupnya dapat mempengaruhi semua anggota keluarga.

Untuk mewujudkan tujuan ini aku percaya pertama kali adalah membuat tempat kita berkumpul itu nyaman bagi semua. Nah aku ingin menjadikan rumahku itu adalah tempat kita berkumpul dan berbagi bagi semua anggota keluarganya. Tempat kita benar-benar merasa pulang, merasa bisa kembali ketempat ternyaman untuk berinteraksi dengan anggota keluarga, beraktivitas dan istirahat setelah lelah seharian beraktifitas diluar rumah.

Jadi tujuan hidupku ini menjadi dasar tujuan dan motivasiku untuk berbenah rumah. Boleh dibilang tujuanku berbenah itu membuat semua sudut ruangan jadi tempat ternyaman buat semua anggota keluargaku. Dan semua anggota keluargaku adalah motivasiku untuk berbenah rumah. Mereka yang lebih sering beraktifitas dirumah dibandingkan diluar. 

Ternyata dari semua yang kuinginkan itu tetap didasarkan pada mindsetku. Ini yang aku bilang di awal bahwa untuk membenahi rumah kita harus membenahi diri dulu salah satunya adalah mindset. 

Tanpa kusadari ternyata aku punya mindset yang cukup menghambat dari kerapian apa itu? Aku merasa bahwa kerapian rumah itu hanya orang tua yang bertanggung jawab, kita bisa merapikan sendiri nanti kalau sudah punya waktu alias sering menunda melakukan sesuatu, merapikan itu hanya dilakukan sekali, barang pemberian sayang kalau dibuang atau diberikan ke orang lain, sayang kalau barang yang masih digunakan dibuang atau diberikan kita simpan aja deh alias menumpuk barang tanpa tau buat apa?(waduh lumayan ya... tapi kayaknya masih ada deh cuman belum tertuang lagi).

Setelah 2 minggu ikut kelas ini mulai merubah pemikiran alias mindsetku :

Kerapian itu harus diciptakan semua anggota keluarga, merapikan barang, untuk merapikan secara besar-besaran memang butuh waktu tapi kalau sudah tertata harus membiasakan diri untuk selalu menjaganya, harus merelakan mengurangi barang yang memang tidak kita butuhkan lagi. 

RUMAHKU

Setelah bahas dari segi diriku sekarang tempat aku berkumpul dengan keluargaku.

Terus terang kita sekeluarga sekarang tinggal bukan dirumah milik sendiri tapi, aku ingin membuat rumah yang kita tinggali sekarang menjadi tempat ternyaman buat semua yang tinggal di dalamnya. Rumah ini terdiri dari 3 ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga, 1 kamar mandi dan 1 dapur. 

Nahhh dari semua ruangan yang jadi favoritku adalah ruang tamu didepan dan ruang keluarga yang ada di tengah. Mau tau kenapa? Ruang tamu itu aku bikin senyaman mungkin karena ruang itu nyambung dengan ruang kerja aku dan suami. Selain itu juga ruang pertama saat kita memasuki rumah, serasa tempat penyambutan pertama gitu, kalau disambut suasana yang nyaman itu selanjutnya akan membuat mood kita membaik saat masuk rumah.

Berikutnya ruang favoritku adalah ruang keluarga alias ruang TV kenapa? Karena disanalah kita banyak menghabiskan waktu bersama, bercanda dan melihat TV bersama bahkan makan juga disana (maklum nggak ada ruang makannya hi hi hi... kayaknya ini juga perlu dibenahi juga ntar).

Sebenarnya masih adalagi nih yang aku sukai di rumahku yaitu kamar tidur utama alias tempat tidurku dan suami, disini tempat aku saling berbagi cerita dengan suami bahkan kadang anak-anak juga ikut nimbrung sebelum mereka kembali ke kamar masing-masing untuk tidur. Tapi keadaan kamar-kamar tidur saat ini banyak banget yang harus dibenahi. 



Kamar tidur kurang nyaman karena tata letak yang kurang pas, terus ada baju-baju yang harus kita kurangi. Selain baju masih ada beberapa barang baik pinyaku, suami maupun anak-anak yang musti di clutter deh. Keadaan ini membuat kita jadi kurang fokus aja merasa ada yang salah saat memasuki ruangan ini, tapi bingung apa? selain itu membuat anak-anak kadang lebih nyaman tidur di kamar lain dibanding kamar sendiri.

Ngomong soal ruangan mana lagi yang buat aku kurang nyaman dan perlu dilakukan clutter yaitu dapur. Ketidak teraturan ini bikin aku nggak nyaman kerja di dapur alias malas masak (hi hi hi sudah dari sononya emang nggak suka masak sih...). Aku termasuk orang yang memasak karena mood, dengan keadaan dapur yang nggak nyaman bikin tambah malas untuk menuju kedapur. Kalaupun terpaksa harus didapur ya bikin sesuatu simpel aja pokoknya.

Ok dari dua kondisi dari diriku dan rumahku jadi semakin memperkuat harus segera berbenah deh. Semoga dengan ikut kelas Gemari Pratama ini bikin rumah nyaman dan tujuanku membuat keluarga yang saling mendukung dan menyayangi semakin cepat terwujud.


4 Okt 2020

Mari Berbenah Rumah


Baca bukunya sudah, kepoin medsosnya juga sudah malah sering banget sampai bingung yang mana lagi ya, mencoba praktek sesuai yang ada di buku juga sudah. Tapi dari semua yang sudah kulakuin tetap aja ada yang kurang dan malah bikin nggak nyaman. Apaan sih yang bikin aku sampai segitunya? Berbenah rumah guys, bikin aku jadi tambah bete karena rumah rasanya malah tambah berantakan aja bukannya rapi. 

Aku mulai mengenal adanya metode berbenah rumah karena bersliwerannya para bookstagram yang bahas tentang buku metode berbenah, sekitar 2th yang lalu. Akhirnya kepoin dong metode yang lagi booming saat itu yaitu metode konmari dari Marie Kondo. Kenapa berbenah rumah bisa mengubah hidup kita? itu yang bikin kepo tingkat tinggi metodenya.
Akhirnya terbelilah bukunya, dan mulai dong mengikuti metodenya pelan-pelan, tapi rasanya ada yang kurang dan nggak pas buat diterapin di keluargaku. Ada beberapa bagian sih bukan semuanya nggak bisa. Aku pernah kupas buku ini di blogku juga sih, bisa dibaca disini metode konmari.


Akhirnya ketemu nih buku yang ditulis bunda Khoirun Nikmah yang terinspirasi dari metode Konmari, nah dari sini mulai deh kepoin instagramnya sang penulis, walaupun nggak terlalu aktif juga sih. Dari instagram beliaulah aku tau ada metode berbenah yang Indonesia banget dan ada kelasnya, yaitu Gemari. Walaupun hanya kepo dan berniat nanti mau ikut kelasnya, dan niat itu akhirnya terlaksana juga sekarang walaupun sudah sampai batch ke 4.


Selama setaun aku bener-bener malas banget kepoin instagram, apalagi sejak ada pandemi ini malah semakin malas. Tapi 2 bulan terakhir rasanya kok aku nggak produkrif banget ya, cuman jadi kaum rebahan dan ngekori pak suami. Akhirnya mulai kepo medsos dan melihat ada yang bikin status tentang pembukaan kelas Gemari Pratama. Dari situ mulai kepo dengan medsosnya Gemari dong dan terdaftarlah jadi siswa batch 4.

Sebagai seorang wanita yang sudah jadi seorang ibu pasti pingin dong rumahnya rapi dan tertata. Biar semuanya lebih mudah dan nyaman untuk beraktifitas apapun di dalam rumah. Apalagi selama pandemi ini kita banyak dirumah daripada di luar, pasti kita pinginnya selalu betah berkegiatan di dalam rumah saja. Nah dari metode yang pernah kulakuin kayaknya nggak bisa tuntas entah kenapa? sepertinya karena nggak ada suhunya alias gurunya jadi kita mempelajari hanya sekilas aja. Tapi dari Gemari ini aku mulai tau deh kalau sebelum menata rumah kita harus menata diri kita dulu. Ahhh jadi tau bahwa emang diri harus ditata dulu sebelum kita menata yang lain. 

Semoga dengan ikut kelas di Gemari Pratama Batch 4 ini aku bisa menata diri dan menata rumah menjadi semakin nyaman untuk ditinggali. Dan hidupku dan keluarga semakin berubah menjadi lebih baik lagi.



13 Agu 2019

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken


Judul : The Magic Library
Penulis: Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Pengalih Bahasa : Ridwana Saleh
Tahun Terbit: Juni 2016
Penerbit: Mizan Pustaka
Jumlah halaman: 284 halaman
ISBN: 978-979-433-924-4

Pembaca yang baik,
Buku di tangan Anda ini benar-benar unik, susah menggambarkan isinya. Tapi, kira-kira seperti ini:
Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkapkan misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib.
Buku ini juga berisi cerita detektif, cerita misteri, perburuan harta karun, petualangan ala Lima Sekawan, Astrid Lindgren, Ibsen, Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie the Pooh, Anne Frank, kisah cinta, korespodensi, teori sastra, teori fiksi, teori menulis puisi, sejarah buku, drama, film perpustakaan, penerbitan, humor, konspirasi…


Buku karya Jostein Gaarder yang kubaca setelah The Puppeters dan ternyata sangat ringan jika dibandingkan. Setelah dibaca dari awal ternyata memang buku karya kolaborasi Jostein Gaarder dengan Klaus Hagerup yang merupakan seorang penulis Norwegia dan karyanya kebanyakan berjenis bacaan anak dan remaja.
Setelah lihat para penulisnya jadi paham kenapa novel ini bercerita tentang petualangan dua anak yang menginjak remaja menemukan sebuah perpustakaan. Terus terang diawal baca buku ini aku membayangkan cerita Lima Sekawan, cerita tentang deteftif remaja. Bahasa dan cerita yang dipakai cukup ringan dan khas cerita anak yang menginjak remaja, tapi tidak mengurangi ketertarikan baca secara keseluruhan.

Cerita dalam buku ini diawali dengan dua sepupu yang ingin selalu terhubung meskipun mereka tinggal di dua tempat yang berbeda. Karena kesukaan mereka terhadap buku dan menulis tercetusnya untuk membuat buku-surat. Ya sebuah buku yang isinya adalah surat menyurat mereka berdua. Awalnya mereka hanya ingin mengisi dengan cerita kesehariannya kepada sepupunya. Tapi, ternyata akhirnya mereka malah tertarik dengan seorang wanita misterius yang mereka temui.
Mereka merasa wanita misterius ini yang ternyata bernama Bibbi Bokken, mempunyai sebuah perpustakaan yang Ajaib. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menyelidiki perpustakaan milik Bibbi Bokken. Dalam pencarian Perpustakaan Ajaib ini mereka ternyata juga menghadapi orang-orang yang tertarik dengan buku-surat mereka berdua. Sambil menyelidiki keberadaan Perpustakaan Ajaib mereka berdua juga berjuang untuk melindungi buku-surat agar tidak sampai terlepas ketangan orang lain.

Cerita tentang dunia perbukuan, perpustakaan bahkan disatukan dengan dunia detektif oh ya juga ada cerita bagaimana proses sebuah tulisan menjadi sebuah buku. Bagiku novel ini cocok untuk semua umur meskipun tokohnya adalah para remaja awal. Isi dalam novel ini menceritakan bagaimana seseorang sangat menyukai dunia buku dengan berbagai genre dari dongeng sampai puisi. Dari seseorang pembaca buku menjadi seorang penulis buku cerita yang sangat menarik. Banyak istilah yang berkaitan dengan dunia pembaca buku dan kepenulisan di berikan.

Mau tau bagaimana perasaanku saat membaca buku ini? Awalnya sih berpikiran kok karangan Jostein Gaarder bercerita tentang anak-anak? Ternyata salah walaupun tokoh utama adalah anak-anak yang menginjak remaja, tapi isi ceritanya banyak banget yang perlu kuketahui. Banyak hal yang ternyata belum aku ketahui tentang dunia membaca buku, menulis sebuah buku dan juga buku-buku yang menurutku remeh ternyata ceritanya mengandung banyak makna. Aku cukup rekomendasikan buat yang suka buku karena sarat akan cerita tentang budaya membaca dan cerita banyak buku.

" Jika aku membaca sebuah buku yang kusukai, rasanya apa yang kubaca membawa pikiranku melayang keluar buku itu. Buku kan bukan hanya terdiri dari kata-kata atau gambar di atas kertas belaka, melainkan juga semua yang aku bayangkan saat membacanya."
“Seseorang pernah berkata: ‘Buku adalah teman terbaik.’Orang lain pernah mengucapkan kalimat yang mirip dengan itu: ‘Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter yang paling pintar, paling intelek, dan paling luhur; di sana kebanggaan serta keluhuran manusia bersemayam.’”(hal 226)
“Sebuah buku adalah dunia ajaib penuh symbol yang menghidupkan kembali si mati dan memberikan hadiah kehidupan yang kekal kepada yang masih hidup.”(hal 228).



6 Agu 2019

Menguak Misteri Masa Lalu


Judul : Dark Memory
Penulis: Jack Lance
Pengalih Bahasa : Tika Sofyan
Tahun Terbit: Maret 2016
Penerbit: Bhuana Sastra
Jumlah halaman: 338 halaman
ISBN: 978-602-394-368-5

Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia menjadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antara sisa-sisa mangsa lainnya.
Rachel Saunders menghadiri pemakaman Jenny Dougal, sahabat baiknya yang meninggal karena kecelakaan tragis. Namun tak lama setelah pemakaman, ia sendiri menghilang secara misterius. Karena khawatir, Jonathan Lauder, kekasih Rachel terbang ke Scotlandia untuk mencarinya.
Tiga hari kemudian, Rachel muncul kembali. Tetapi ia mengalami amnesia jangka pendek dan tak bisa mengingat apa pun selama tiga hari sebelumnya, hingga minggu-minggu terakhir sebelum dirinya menghilang. Namun satu hal yag ia yakini, Jenny belum meninggal. Sahabatnya itu masih hidup. Ia ada di suatu tempat, dan Rachel merasa harus segera menemukan dan menolongnya, sebelum terlambat!
Jonathan dan Rachel berusaha mencari tahu dan merekontruksi hari-hari saat Rachel menghilang, demi mencari kebenaran mengenai Jenny, dan mencari penyebab Rachel kehilangan ingatannya.
Namun, apa yang Rachel temukan adalah teror yang sungguh menakutkan. Mimpi-mimpi buruk tentang monster berwajah serigala mengerikan menghantui malam-malamnya.
Satu-satunya jalan bagi Rachel untuk bertahan hidup, dan mungkin untuk menyelamatkan Jenny adalah dengan menyingkap tabir gelap masa lalunya....

Novel thriller pertama yang kubaca setelah sekian lama tidak menyentuh genre ini. Karya Jack lance pertama yang kubaca dan ternyata semua isi ceritanya tidak terduga sama sekali.
Terus terang aku memilih novel ini dari banyaknya tumpukan buku di even bazar karena melihat covernya hitam dengan sepasang mata monster dan bayangan putih wanita sedang berjalan dan sedikit kangen dengan novel genre ini. Dari cover bisa dibayangin ini petualangan seorang wanita mencari sisi masa lalunya yang kelam dan berhubungan dengan sesosok monster. Awalnya aku mengira novel ini ceritanya akan berhubungan dengan dunia supranatural, ternyata jauh banget lebih ke psikologis dan investigasi jurnalistik.

Sesuai dengan covernya novel ini memang bercerita tentang perjuangan seorang wanita, Rachel Saunders yang kehilangan ingatan masa lalu yang kelam yang berhubungan dengan monster berkepala serigala, dan berusaha untuk mengingat kembali.

Sahabat yang meninggal saat menjalani hobinya yang sudah dikerjakan bertahun-tahun dan termasuk ahlinya itu rasanya mustahil dan membuat Rachel bertanya-tanya dalam ketidak percayaan. 
Karena rasa penasaran yang dalam atas kematian sahabatnya Jenny Dougal membuat Rachel harus mengalami kejadian yang menakutkan dan membuatnya kehilangan ingatan jangka pendeknya. Tapi dia memiliki seorang kekasih yang selalu mendukungnya untuk menggali ingatan yang terlupakan selama dia menghilang 3 hari setelah pemakaman sahabatnya. Sang kekasih Jonathan Lauder selalu mendampingi setiap langkah yang diambil Rachel, walaupun dia juga punya keyakinan sendiri bahwa beberapa pemikiran Rachel tidak masuk diakal tapi tetap mendampingi dan memberikan masukan untuk langkah yang diambil kekasihnya. 
Langkah Jonathan yang bikin aku salut ya ini selalu mendukung setiap langkah sang kekasih meskipun dia juga meragukan keyakinan Rachel bahwa sahabatnya masih hidup. Dia berusaha tetap berpikiran secara logis dan mengambil langkah untuk selalu menjaga Rachel dari segala kemungkinan terburuk.

Latar belakang pekerjaan mereka berdua sebagai seorang jurnalistik membawa ke beberapa kejadian masa lalu dan menemui banyak orang sebagai nara sumbernya. 
Mereka berdua yang awalnya hanya ingin mengetahui apa yang terjadi selama Rachel menghilang dan menguak tentang keyakinan bahwa sang sahabat masih hidup, akhirnya menguak tabir yang terpendam selama hampir belasan tahun. Termasuk kejadian di masa lalu Rachel yang berusaha dia lupakan dan hindari, kejadian yang membuat dia selalu mengalami mimpi buruk. Dengan terkuaknya semua masa lalu Rachel membuat dia bisa menghadapi semua traumanya.

Terus terang cerita tentang Rachel dan masa lalunya ini di luar dugaanku semua, dan membuatku bilang ehhh kok jadi gini ceritanya. Aku suka latar tempatnya di Skotlandia yang terkesan gelap, misterius jadi bisa merasakan jalan-jalan di kota-kota kecilnya, di hutan dan gunungnya (dari dulu suka sih setting di Scotlandia yang terkesan misterius).

Kadang kita nggak menyadari perbedaan antara kenyataan dan bayangan. Kejadian masa lalu yang menakutkan kebanyakan kita akan berusaha untuk melupakan dan emngubur dalam-dalam. Tanpa kita sadari justru kejadian itu akan terus menghantui setiap langkah dalam kehidupan, mungkin jalan terbaik adalah berusaha berdamai dengan kejadian itu. Berat memang tapi itu akan lebih meringankan perjalanan hidup kita berikutnya.

Sedikit pembelajaran yang dapat kupetik dari novel ini kita harus menerima seberapa buruk kejadian yang kita alami.




Kebiasaan Kecil yang Mengubah Kita

Ingin produktif di pagi hari, ingin membuat tulisan setiap hari, ingin membaca setiap hari, ingin menghafal Al Qur’an setiap hari, atau ingi...