BUNDA NARAFID

20 Jun 2019

Koki-koki Cilik 2 (Review) : Menggapai Impian Dalam Cita Rasa Masakan


Sore ini kita sekeluarga berkesempatan ikut acara Wajah Bunda Indonesia nonton bareng film spesial liburan " Koki - Koki Cilik 2". Seneng banget pastinya bisa nonton film bertema impian anak-anak kalau lihat posternya sih bakal penuh keceriaan juga.

Film ini dirilis bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak pastinya pas banget buat tontonan seluruh anggota keluarga. Dari posternya kita bisa lihat kalau penuh keceriaan, apalagi ada si Afika yang selalu bikin ceria suasana.

Ini merupakan film kedua, walaupun kita nggak nonton film pertamanya nggak akan kehilangan ceritanya kok karena ada ringkasan singkat di awal film. Selain karena adanya ringkasan fokus ceritanya juga beda sama yang pertama.
Cerita di film ini mengalir secara alami, dan mudah dipahami apalagi buat anak-anak. Ceritanya nggak jauh dengan soal sekolah memasak yang bernama "Cooking Camp". Ada adegan lucu, menggemaskan juga terharu. Konflik yang ditampilkan nggak jauh dari dunia anak dengan para temannya. Ada juga konflik keluarga yang ditampilkan. Tapi yang ditampilkan konfliknya ringan dan mudah dipahami.
Diawal sedikit diceritakan tentang film pertama yang merupakan latar belakang dari cerita film kedua. Film ini bercerita tentang reuni para mantan siswa cooking camp bahkan dari angkatan pertama. 
Dalam film ini banyak yang harus di lakukan para mantan siswa cooking camp, ada permasalahan kelanjutan cooking camp sendiri setelah pendirinya meninggal juga ada masalah hubungan keluarga seorang siswa baru dengan ayahnya.

Soal adegan para pemain tidak perlu diragukan lagi, karena para pemain yang sudah tidak asing lagi dengan dunia peran. Karena ini film anak-anak pastinya banyak pemain anaknya. Interaksi mereka yang khas anak-anak, dengan keceriaan juga adegan saat mereka harus berbeda pendapat. 

Soundtraknya yang ceria membuat anak-anak juga menyukainya. Karena pemainnya yang sudah berpengalaman, dialog merekapun terkesan alami banget. Yang menonjol pastinya kecentilan si Afika dan kebijaksanaan seorang Ringgo Agus Rahman. 

Adegan yang berkesan bagiku adalah bagaimana interaksi saat para koki cilik bahu membahu mempertahankan cooking camp. Selain itu adegan interaksi Adit dan ayahnya, bagaimana dia bisa menyembuhkan sakit hati ayahnya melembutkan hati ayahnya. Interaksi ayah dan anak ini membuatku terharu dan tersadar pentingnya keberadaan sosok orang tua. Bukan materi yang dibutuhkan anak-anak kita tapi pelukan, senyuman dan keberadaan dukungan orang tua buat mereka. 
Kadang kita sebagai orang tua nggak sadar memaksakan keegoisan diri ke anak-anak. Mereka punya keinginan sendiri, punya dunia sendiri selama positif kita tetap harus mendukung walaupun kadang bertentangan dengan diri kita.

Film ini cocok banget buat mengisi liburan bareng keluarga. Anak-anak diajarkan bagaimana mewujudkan sebuah impian, perlunya usaha yang nggak mudah. Saat mewujudkan impian kita butuh dukungan dari orang sekitar kita, orang tua dan sahabat. 
Sebagai orang tua kita juga akan diajari apa yang dirasakan anak-anak saat kita sedih. Kita tersadarkan akan keegoisan kita sebagai orang tua yang kadang tanpa sadar muncul.

Jadi selamat menikmati liburan dengan film terbaru dari MNC Pictures ajak semua anggota keluarga pastinya...

15 Jun 2019

Kelas Masak Kreasi Sasa di NCSA Surabaya

Sudah 2 tahun tinggal di Surabaya alhamdulillah bisa ikut beberapa komunitas baik sesuai dengan hobiku dan sesuai dengan kegiatanku sebagai ibu-ibu. Salah satu komunitas yang kuikuti adalah WBI (Wajah Bunda Indonesia), kali ini mereka ngajakin buat kelas masak gratis dan alhamdulillah bisa ikut.

Kali ini kelas masaknya diadain di NCSA (National Culinary Service Academy), sebuah sekolah memasak didaerah Surabaya Barat. Selama di Surabaya terus terang baru kali ini masuk sekolah masak (kayaknya emang pertama kali yak... bukan cuman di Surabaya aja), secara kayak lihat tempat master chef beneran. 
Sayang sih nggak sempat foto-foto tempatnya, saat masuk ruangan pertama kali langsung disambut ruang penerima tamu yang nyaman. Ruangannya penuh dengan pernik-pernik yang nggak jauh ma dunia masak-memasak. Buat yang kepo dengan NCSA atau ingin belajar masak lebih mendalam bisa langsung kepoin di IG mereka ya @ncsa_indonesia
Khusus hari ini di bagian penerima tamu diberi meja khusus untuk display produk sasa. Terus terang ada beberapa produk dari sasa yang masih asing untukku atau masih jarang di pasaran.

display produk sasa


Tepat pukul 10 pagi acara dimulai dengan demontrasi semua menu hari ini oleh chef yang bertanggung jawab hari ini. Kali ini kita masak bareng chef Rendy atau lebih dikenal dengan chef Kong, biar lebih mudah diinget katanya karena badannya yang besar seperti kingkong (bener juga sih kalau kita taunya Rendy akan mudah lupa tapi kalau kong langsung inget deh...).
Kali ini kita akan berkreasi sasa dengan 3 menu masakan, chicken salted egg (ayam saus telur asin), sup dumpling dan sambal bawang putih.

2 masakan yang bagiku susah ternyata lebih mudah semua dengan adanya beragam produk dari sasa. Cara penyampaian chef Kong yang mudah dipahami dan beberapa trik dalam memasak bikin daku manggut-manggut. Bagaimana bikin sambal bawang yang tiap hari aku masak bikin ketagihan yang makan. Ada satu bumbu yang aku baru tahu nih minyak bawang, dan ini adalah bumbu dihampir setiap masakan (kayaknya musti bikin buat persiapan masakan harianku, lebih mempermudah).

Setelah chef Kong mendemontrasikan masakan dalam menu, sekarang saatnya semua peserta mempraktekannya. Kali ini kelas dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 5-6 peserta. Dan kali ini aku kebagian bikin saus telur asin, akhirnya aku bisa nih bikin ala resto. Kita masak 2 menu utama saja yaitu ayam saus telur asin dan sup dumpling untuk sambal sudah disiapkan saat demontrasi tadi. 

suasana kelas dan foto team plus chef Kong


Masakan sudah selesai semua kita menata secantik mungkin untuk dinikmati bersama. Selesai memasak bertepatan dengan waktu makan siang, kita menikmati masakan tiap kelompok bahkan sampai ada yang bisa bungkus bawa pulang. 
hasil masakan teamku


Belajar masak sudah, dapat tips dan trik memasaj juga sudah tambah makan siang juga dan ternyata masih ada yang kita dapetin dari sasa. Apron buat masak boleh kita bawa pulang, masih ada goodie bag produk sasa dan sertifikat dari NCSA.

goodie bag dari sasa
sertifikat
Kayaknya akan ketagihan kelas masak gratis nih kita. NCSA lagi banyak buka kelas gratis bareng sasa untuk komunitas yang menginginkan. Mereka membolehkan kita buat mengajak teman untuk bisa masak bareng dengan jumlah peserta 25 orang. 

Dulu sasa yang hanya dikenal sebagai produk penambah rasa sekarang mengeluarkan berbagai macam bumbu, bahkan ada santan dan tepung bumbu. Selain bumbu berbagai masakan juga ada saos siap saji. 
Sasa membuat kita yang nggak bisa masak jadi chef kebanggaan keluarga, terutama seperti diriku ini. Apalagi dengan adanya kelas masak jadi banyak tahu kreasi masakan ala sasa yang kita kenal. Dengan adanya sasa kita bisa bawa masakan restoran ke meja makan kita tanpa harus membayar mahal. Kayaknya daku musti nyetok banyak produk sasa dirumah biar lebih bisa masak berbagai menu buat keluarga.



14 Jun 2019

Petualangan Sang Tukang Tato

Judul : Akar (Supernova)
Penulis: Dee Lestari
Tahun Terbit: Februari 2018
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah halaman: 262 halaman
ISBN: 978-602-8811-71-2
✬✬✬✬
   Di Bolivia, Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon. Di Indonesia, perjalanan seorang anak yatim piatu bernama Bodhi dimulai. Bodhi yang dibesarkan di wihara oleh guru Liong, akhirnya meninggalkan tempat ia dibesarkan dan bertualang ke Asia Tenggara. Di Bangkok, ia bertemu dengan pria eksentrik bernama Kell yang mengajarinya seni tato.
   Setelah melalui petualangan yang berliku di berbagai negara, Bodhi akhirnya ke Indonesia. Ia dipertemukan dengan tokoh punk karismatik bernama Bong. Sejak itu, Bodhi menjadi bagian dari komunitas punk dengan perannya sebagai seniman tato.
   Sebuah surat misterius yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Bodhi kembali membawanya ke gerbang petualangan baru.

Petualangan supernova berlanjut lagi, cerita apa lagi yang akan diberikan?  
Salah satu wishlist aku ditahun ini buku kedua serial supernove, 2 dari 8 buku yang harus kucari entah beli sendiri (sepertinya lebih memuaskan) ataupun pinjam. Kenapa aku memilih serial ini sebagai wishlistku tahun ini? Alasannya yang pasti penasaran dengan isinya, karena banyak reviewer bertebaran yang memberikan nilai positif. Mungkin bisa dibilang teracuni para book blogger dan bookstagramer. Tapi racun mereka positif banget sih, aku suka cerita filosofinya.

Buku ke dua ini ada beberapa karakter yang dimunculkan, selain tokoh utama Gio petualangannya kali ini mendatangi negara Bolivia. Dimunculkan tokoh bernama Bodhi, seorang yatim piatu dengan masa kecil yang banyak di habiskan di wihara. Penampilannya seperti biksu dengan kepala gundul dan menjauhi makanan daging dan minuman keras. Ada Kell guru tato dari Bodhi yang berjumpa di negara Vietnam, seorang blasteran dengan kehidupan bebasnya. Kemudian ada tokoh bernama Bong seorang pemimpin komunitas punk di Indonesia. Guru Liong, guru spiritual Bodhi di wihara juga bertindak sebagai pengganti orang tua. 

Cover bukunya sama dengan seri pertama hitam dengan tulisan merah berikut simbol akar. Membuat kita berpikir sekelam apa cerita yang terkandungnya apakah sekelam warna covernya yang hitam. Gaya bahasa penulis yang benyak memberikan istilah-istilah yang kurang umum, tapi cukup dimengerti karena diberikan pengertian dalam isi ceritanya. Novel sastra yang membuatku betah untuk membaca berlama-lama, mungkin juga bisa membuatku membaca ulang. 

Awalnya memang bingung sih kok ada 2 latar belakang tempat yang diceritakan dan nggak berhubungan. Tapi setelah diakhir kita jadi tau hubungan semuanya. Setelah mulai masuk cerita Bodhi aku malah nggak bisa berhenti bacanya, ada ketawa dan menangisnya. 

Cerita perjalanan seorang yatim piatu yang tidak jelas asal usulnya. Sejak kecil yang dikenal hanya dunia di dalam vihara tempat hidup guru juga orang tua asuhnya sejak kecil. Kemudian dia harus berkelana ke dunia luar vihara tempat hidupnya, bahkan dia harus terdampar di negara asing. Banyak hal baru yang ditemukan, bahkan dia punya guru baru seorang ahli tato yang akan menjadi jalan hidupnya kemudian. Bertemu dengan teman atau bahkan saudara yang terlalu menyayanginya.

Banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari perjalanan hidup seorang Bodhi. Hidup itu tidak akan selalu mulus, pasti akan menemukan kerikil bahkan batu yang menghalangi perjalanan. 
"Life is all about how to control our minds, and how to make use of our limited knowledge" Luca, hal 156.
Sepertinya kisah ini semakin menarik, dan takkan berhenti membaca sampai tuntas. 


3 Jun 2019

Hore Kumpul Keluarga Lagi


Akhirnya tantangan dari Blogger Perempuan ini terampungkan. Untuk pertama kalinya tantangan menulis 30 hari berturut-turut terselesaikan. Di tema terakhir ini yang pasti aku akan mengucapkan syukur yang tak terkira bisa melalui Ramadhan tahun ini dengan lancar. Dan bisa kumpul bareng keluarga besar lagi rumah ayah ibu yang biasanya sepi mulai sabtu kemarin sudah ramai kembali.

Aku bisa melihat tawa bahagia ayah dan ibuku, bukan hanya senyuman saja. Binar bahagia tampak di wajah mereka melihat anak dan cucunya ngumpul, walaupun rumahnya jadi rame. Rumah besar yang biasanya hanya terisi ayah, ibu dan anak tertuaku, sejak hari ke 27 Ramadhan penuh. sUara teriakanku dan kakakku untuk anak-anak kita, teriakan kelima cucu ayah ibu saat bermain.

Ocehan 5 orang cucu 2 menantu dan 2 orang anak menceritakan apa yang terjadi selama mereka tak bertemu. Mendengarkan cerita ayah dan ibu kepada kita, godaan ayah ke cucu-cucunya. Suasana meja makan yang penuh dengan makanan kesukaan masing-masing saat berbuka, suasana berebut makanan juga ada. Makanan yang hanya sebaskom kecil diperebutkan 11 orang ayah ibu nggak mau ketinggalan dong. 

Suasana rame riuh tawa dan teriakan ini mungkin akan selalu dirindukan orang tuaku, begitu juga aku. Raut bahagia di wajah merekalah yang selalu kurindukan. 
Untuk menyambut lebaran kali ini sebenarnya tidak pernah berubah. Membersihkan rumah bersama dengan peran masing-masing. Buat yang perempuan menyiapkan hidangan untuk lebaran. Yang nggak pernah ketinggalan itu adalah ayam lodho dan lontong, walaupun kita nggak masak sendiri tapi selalu dipersiapkan. Ibu selalu menyiapkan tape beras ketan buat kita semua, dulu banyak yang persiapkan tapi karena waktu dan usia ibu nggak memungkinkan lagi. Bagi aku dan kakakku menikmati masakan dari tangan ibu adalah yang terbaik.

Menyambut lebaran di keluargaku adalah dengan berkumpul lengkap semua.

2 Jun 2019

Do'a Dan Harapan Ramadhan 2019


Alhamdulillah akhirnya sudah diujung Ramadhan dan tidak terasa kita akan memasuki bulan baru. Apa yang telah kalian dapatkan selama bulan yang penuh berkah? adakah do'a dan harapan yang kalian panjatan di akhir perjalanan Ramadhan kali ini? Rasanya nggak rela kalau harus berakhir, karena di bulan Ramadhan ini banyak momen indah yang terjadi, tapi aku juga nggak sabar untuk menjemput hari raya yang penuh suka cita. 

Di akhir Ramadhan saatnya banyak do'a yang terkabul, saatnya panjatkan do'a-do'a istimewa kita. Diriku yang pastinya nggak mau ketinggalan dong memanjatkan do'a terbaikku. Mungkin saat ini yang kuminta hanya sederhana, aku hanya ingin kebahagiaan. 

Kenapa hanya sesederhana itu? bagiku kebahagiaan itu luas dan datangkan bisa dari mana saja. Mungkin kalau mau dituliskan lebih spesifik kebahagiaan semacam apa yang kuinginkan dan dari mana munculnya akan panjang banget daftarnya. Aku ingin kebahagiaan yang datang dari keluarga dan teman-temanku. 

"Ya Allah aku ingin bisa selalu menikmati setiap momen kebahagiaan dalam hidupku, berilah selalu ketentraman dalam hati ini" "Selalu jadikan aku hamba yang selalu bersyukur setiap nikmat yang kau berikan."

Kok singkat banget sih do'anya? Bagiku setiap rasa syukur akan mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman, sekecil apapun itu. 
Aku ingin orang tuaku selalu sehat agar aku punya kesempatan untuk membuat mereka bahagia. Kesehatan mereka, senyum bahagia mereka adalah sumber kebahagiaanku. 
Aku ingin suamiku lebih bersabar menghadapi apapun, lebih rajin ibadahnya dan selalu tersenyum, bagiku dia adalah teman dan sahabat terbaikku saat ini. Senyum dan kesabarannya adalah sumber kabahagiaanku.
Aku ingin anak-anakku selalu sehat, ingin selalu bisa mendampingi mereka meraih cita dan mimpinya. Mereka bertiga juga sumber kebahagiaan yang lain.

Semoga aku semakin banyak menemukan teman-teman yang hebat, teman yang punya kesukaan sama teman yang mau selalu berbagi ilmu. Semoga aku bisa membuat bahagia lebih banyak orang, bisa membantu lebih banyak orang. 
Semoga setelah Ramadhan berlalu keimananku semakin meningkat lebih baik lagi dibanding tahun kemarin..

Mungkin kalau semua dikeluarin nggak akan ada habisnya ya permintaan kita. Kita hanya bisa meminta kepada yang Maha Memiliki, Maha Agung.



1 Jun 2019

Momen Ramadhan 2019


Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu oleh setiap umat muslim di dunia. Dalam setahun ada satu bulan suci yang penuh dengan rahmat dan pengampunan. Karena istimewanya bulan Ramadhan ini pasti banyak cerita atau momen-momen tak terlupakan yang terjadi. Bulan Ramadhan saatnya perbanyak ibadah. Yang biasanya jarang ke masjid sekarang tiap hari mendatangi masjid bahkan bisa beberapa kali dalam sehari.

Sedangkan untuk diriku sendiri bulan Ramadhan adalah saatnya memperbanyak waktu kumpul dengan keluarga, baik keluarga kecilku maupun keluarga besar.
Momen-momen kumpul keluarga inilah bagiku yang sangat membekas, selalu ada cerita baru di dalamnya. Semakin bertambahnya umur momen yang terekam semakin banyak.

Tahun ini Ramadhan banyak kuhabiskan di Surabaya dengan keluarga kecilku minus si kakak. Hari pertama puasa kumulai di kampung halaman dengan orang tuaku dan anak-anak minus pak suami, karena pekerjaannya yang tak bisa ditinggal. Hari-hari berikutnya kuhabiskan di Surabaya dengan suami dan si kembar. Kebersamaan yang jarang dari kami berempat adalah berangkat ke masjid bersama-sama, di bulan ini hampir setiap hari kami berangkat ke masjid berempat. 

Tahun ini adalah tahun pertama aku ikut komunitas membaca OWOB dan Wajah Bunda Indonesia. Di bulan puasa ini komunitas pembaca ngadain buka puasa bersama kebetulan kebagian nyediain tempat. Untuk acara buka puasa bersama ini aku nyiapin lontong mie dan es cao, walaupun yang datang cuman 4 orang tapi bagiku lumayanlah nggak cuman wacana aja. Beberapa ada yang bawa pulang makanannya dan mereka bilang enak, alhamdulillah bikin senang.
Untuk komunitas WBI ngadain acara talkshaw di sebuah mall di Surabaya, alhamdulillah bisa ikut dan diakhiri buka puasa di luar bareng kembar dan suami.

Dan 4 hari terakhir puasa kali ini kuhabiskan di kampung halaman lagi. Di hari-hari terakhir ini kami kumpul semua wajah orang tuaku banyak senyum kalau kayak gini. Kedua anak dan 5 cucunya ngumpul jadi satu, bercanda bersama berangkat ke musholla bersama. 
Bagiku setiap momen di bulan Ramadhan tahun ini adalah istimewa, momen saat memperbanyak berkumpul dengan keluarga dan memperbanyak ibadah.

Jajanan Andalan Lebaran Narafid

Ngomongin soal lebaran pasti nggak jauh dari baju baru, THR dan jajanan khas. Posting sebelumnya kita udah bahas nih soal THR bagaimana menyikapinya. Postingan lainnya soal baju baru, apa alasan dibalik tradisi belanja baju baru di hari lebaran. Nah sekarang bagaimana tentang jajanan khas lebaran, apa yang ada dibaliknya dan jajanan apa yang jadi andalan keluarga narafid?

Salah satu tradisi saat lebaran di Indonesia adalah anjangsana atau silaturahmi dari rumah ke rumah. Baik dengan sesama tetangga maupun dengan sanak saudara. Untuk menghormati para tamu yang hadir tuan rumah akan menyediakan berbagai jajanan di atas meja tamu. 

Yang banyak tersedia di meja tamu para tuan rumah adalah aneka kue kering. Banyak nama atau jenis kue kering khas lebaran yang banyak ditemui, ada semprit, kastangel, putri salju, kue kacang dan nastar. Kue-kue kering yang akan muncul hanya di saat lebaran dan pasti akan membuat kangen.
Selain kue nastar, kastengel, semprit yang sering muncul adalah pastel kering. 

Untuk keluarga kami sebenarnya nggak ada jajanan andalan sih buat lebaran. Lebaran kami banyak habiskan di kampung halaman jadi jarang menyajikan jajanan di meja tamu. Kalau di kampung halaman jajanan andalan yang selalu ada di meja makan adalah kripik kentang yang tinggal goreng aja, dan kue kalengan. Kami sudah jarang bikin jajanan sendiri lagi, karena waktu dan jarak yang ada. Untuk kami Uti biasanya bikinin kita tape ketan putih yang hanya dikonsumsi pribadi aja. Yang kita tnggu lagi tuh kalau anjangsana ke kampung halaman Uti adalah tahu goreng, karena keluarga uti adalah para pengusaha tahu.

Mungkin kami bukan termasuk keluarga yang banyak punya jajanan khas atau andalan. Tapi bagiku lebaran adalah saatnya kumpul dengan keluarga terutama kakakku yang tinggal di Denpasar. Apapun jajanan yang tersedia semua kita syukuri  karena bisa berkumpul bareng.


30 Mei 2019

Ramadhan Narafid Family


Tak terasa sudah 2 kali Ramadhan kita hidup di Surabaya, berarti sudah hampi 3 tahun. Selama 2 tahun ini pasti banyak hal yang berbeda dalam menjalani Ramadhan baik tradisi maupun suasana. 

Dulu selama hidup di Semarang untuk Ramadhan kita isi dengan kegiatan harian seperti sekolah untuk anak-anak, ayah ngantor dan aku yang ngajar privat dan dirumah ditambah siapin menu buka dan sahur, taraweh di masjid terdekat cukup berjalan kaki. Ayah yang jarang buka bareng kita, kadang kita jalan-jalan menjelang buka di taman dekat rumah, persiapan mudik dengan berburu tiket karena lumayan jauh jaraknya. 
Sekarang sejak di Surabaya si kakak sudah tidak tinggal dengan kita lagi, jadi kita banyak menghabiskan Ramadhan ini hanya berempat. 

Sebenarnya kalau ditanyakan kegiatan apa aja yang kita lakuin buat mengisi Ramadhan tahun ini, mengisi dengan kegiatan biasa ditambah dengan ibadah yang tidak ada di bulan-bulan yang lainnya.
Awal Ramadhan selama 2 hari kita habiskan di kampung halamanku, Ngunut. Setelah itu berkegiatan seperti biasa si kembar kembali bersekolah. Untuk tahun ini si kembar sekolah masuk siang jam 11 siang. Kasihan sih sebenarnya saat matahari di atas kepala mereka harus mengayuh sepeda ke sekolah, tapi keadaan sekolahnya yang mengharuskan bergantian pemakaian kelasnya. Alhamdulillah mereka masih menikmati walaupun saat pulang sekolah kadang mengeluh haus tapi nggak membuat mereka buka puasa sebelum waktunya. Kegiatan pagi sebelum sekolah mereka isi dengan belajar karena kebetulan selama 2 minggu masuk ini diadakan ujian akhir semester. Sore untuk mengisi waktu menjelang berbuka mereka isi dengan bercanda bareng ayahnya sambil nonton televisi. Kalau libur mereka gunakan untuk main hp atau mainan berdua entah apa itu yang kutahu mereka seperti berlakon drama (ha ha ha kalau yang ini sih kadang pakai bahasa yang hanya diketahui oleh mereka)

Sedangkan diriku sendiri selama Ramadhan ini alhamdulillah jarang bikin masakan, karena ayah dan si kembar lebih banyak berbuka di masjid terdekat. Masak sih bisa diitunglah, karena ada permintaan menu khusus dan acara buka puasa bersama dirumah. Kebetulan banget di bulan Ramadhan ini ada beberapa tantangan menulis dan membaca, jadi bisa mengisi waktuku. Alhamdulillah bulan ini ada 2 buku yang harus aku review karena menang giveaway, ada tantangan ngeblog dari Blogger Perempuan, ada tantangan menulis harian di IG dari komunitas OWOB Jatim. Selain 2 buku hasil menang GA ada juga beberapa buku yang belum aku review dan baca, bulan ini bukan "ngabuburit" tapi "ngabuburead"
Kalau ayah jangan ditanyakan dia berkegiatan seperti biasa tanpa ada perubahan, alhamdulillahnya tahun ini bisa buka puasa bareng kita.

Ternyata walaupun puasa tidak pernah menghalangi kegiatan harian kita berempat. Malah banyak kegiatan yang kita lakuin bersama, seperti berjamaah di masjid, buka puasa, baca Alqur'an pagi sepulang dari jamah subuh di masjid. Bahkan menanti buka puasa juga bersama didepan televisi. Persiapan mudik pun tidak terlalu rumit karena jarak ke kampung halaman yang nggak terlalu jauh.

29 Mei 2019

Syawalan Mempererat Tali Persaudaraan


Kita hidup di negara yang mempunyai beragam suku yang mempunyai budaya berbeda. Dengan banyaknya budaya akhirnya banyak tradisi yang terjadi dalam setiap perayaan hari besar keagamaan. Salah satunya adalah tradisi merayakan datangnya hari raya Idul Fitri.

Aku yang terlahir di desa Gilang, Ngunut, Tulungagung punya tradisi merayakan datangnya hari raya Idul Fitri. Tradisi ini dinamakan "Syawalan" merayakan datangnya Idul Fitri. Sebagai ungkapan rasa syukur karena telah melaksanakan melaksanakan ibadah Ramadhan sampai selesai. Juga ungkapan syukur karena masih bisa bertemu Ramadhan dan Syawal.


Aku dan keluarga biasanya melakukan sholat Ied di musholla depan rumah (alhamdulillah nggak perlu jauh-jauh). Tradisi ini biasanya diadakan setelah pelaksanaan sholat Ied. Panitia atau takmir musholla dan jama'ah menyediakan nasi beserta lauk pauknya. Untuk jamaah biasanya mereka akan membawa sejumlah anggota keluarga yang ikut sholat ied. Untuk panitianya mereka akan menyediakan nasi beserta lauk yang lengkap untuk dimakan bersama. Yang tidak pernah ketinggalan adalah lauknya "lodho ayam", masakan khas Tulungagung dalam bentuk ayam utuh. Nasi yang disediain biasanya kita sebut nasi gurih atau yang umum sih nasi uduk.

Yang nggak akan pernah terlupakan adalah cara makannya. Ayam utuh akan dibagikan sama rata beserta nasinya dan lauk yang lain seperti, sambal goreng kentang atau tahu, mie goreng, kacang goreng dan serundeng. Biasanya kita akan wadahi daun kalau dulu sekarang kita pakai kertas bungkus. Yang kuingat dulu panitia nyiapin takir namanya, daun yang dibentuk supaya bisa jadi wadah nasi dan lauknya.

Kita akan bersama di kembul namanya, sambil bercanda atau bercerita tentang apa saja. Orang yang tidak pernah muncul akhirnya ketemu (seperti diriku dan kakakku), saling memberikan kabar, saling berbagi lauk. 
Tradisi ini bagiku harus terus dilestarikan. Tradisi yang menyatukan banyak orang, menyatukan warga bahkan tetangga yang biasanya jarang berkumpul saat syawalan mereka berkumpul bahkan makan bersama. Aku dan kakakku yang tinggal jauh dari desa jadi bisa menjalin silaturahmi kembali dengan tetangga yang tidak pernah kita temui. Tradisi yang selalu kunantikan, selain kumpul-kumpulnya juga lauk lodhonya....

28 Mei 2019

Baju Baru Alhamdulillah

"Baju baru alhamdulillah
tuk dipakai di hari raya
tak barupun tak apa apa"

Semua pasti tahu dong petikan lagu diatas.... Petikan lagu anak-anak yang akan selalu melekat di hati. Persiapan mendekati lebaran pasti banyak banget ya, salah satunya memperbaiki penampilan.

Kenapa sih kita butuh memperbaiki penampilan saat lebaran? kenapa musti susah-susah mempersiapkan segala sesuatu mulau dari suguhan sampai penampilan?

Salah satu tradisi lebaran di negara kita adalah silaturahmi ke kerabat dan teman atau anjangsana. Kita bisa sebagai tamu ataupun tuan rumah, kerabat yang jarang ketemu dipertemukan, teman yang nggak pernah bersua akhirnya bisa berkumpul. Saat ada tamu atau berkunjung pasti kita nggak mau dong dilihat lusuh atau jelek, makanya kita mempersiapkan penampilan dan juga suguhan.

Nah salah satu yang menyangkut penampilan itu adalah baju yang kita pakai. Supaya terlihat bagus biasanya mempersiapkan dengan baju baru, ini salah satu tradisi lebaran lainnya belanja baju baru. Mulai dari awal Ramdhan sampai mendekati lebaran pusat perbelanjaan sampai toko kecil bahkan pasar penuh dengan orang belanja kebutuhan lebaran salah satunya baju. Nggak hanya toko offline yang diserbu, toko online pun permintaannya juga meningkat.

Bagaimana dengan keluarga narafid soal baju lebaran? Kami sekeluarga menyadari bahwa persiapan penampilan itu juga perlu, karena saatnya kita kumpul dengan keluarga besar baik dari aku dan suami. Kami nggak mengharuskan baju baru untuk dipakai, tapi kami mengutamakan rapi dan bersih. Aku ingin narafid tahu bahwa lebaran nggak harus pakai baju baru, nggak harus ikutan belanja barang baru. Beli baju baru nggak harus di waktu lebaran, kapanpun kita bisa beli. Tapi alhamdulillah setiap tahun selalu ada rejeki buat baju baru anak-anak nggak langsung dari kita, dari kakung uti atau dari para budhe (rejeki anak sholeh he he he..)

Sebenarnya apapun bajunya yang dipakai saat lebaran, baik yang baru ataupun yang lama yang penting adalah niatnya. Kita ingin berpenampilan yang terbaik saat bertemu dengan kerabat atau teman yang sudah lama nggak bertemu. Kita ingin menjalin silahturahmi yang sempet terputus tanpa sengaja.




@templatesyard